Dan sekarang, kurang dari sebulan menuju tahun baru, resolusi baru, hidup baru. Melihat setahun ke belakang, saya merasa masih belum menjalani semuanya secara maksimal. Saya merasa masih ada banyak waktu yang terbuang, banyaknya opportunity cost dari tindakan-tindakan yang saya pilih, dan kurangnya saya dalam menikmati hidup.
Kabar baiknya adalah, tidak ada kata terlambat untuk berubah. Saya harus berjanji untuk lebih memanfaatkan waktu dengan baik, melakukan hal-hal yang walaupun sulit namun akan saya syukuri beberapa tahun dari sekarang, dan lebih banyak berdoa serta bersyukur atas apa yang saya miliki.
Sekarang, sudah saatnya bagi mata, telinga, tangan, kaki, dan hati untuk bekerja lebih keras. Sudahi waktu yang terbuang percuma, selesaikan urusan yang berguna, dan segera raih mimpi yang sempat tertunda :)
Semangat menjalani bulan terakhir tahun 2014, Nick!
13 Agustus 2014.
"Aku punya sebuah ide yang cukup gila." Katamu, malam itu.
"Bagaimana kalau kita memulai sebuah bisnis bersama-sama? Usaha coffee shop yang sedang kujalani bersama ayah di Lombok, ingin kulakukan juga disini. Bedanya, bersamamu."
Aku terdiam cukup lama. Hei, ini bukan main-main. Memulai sebuah bisnis bersama. Kedengaran menantang sekaligus menyenangkan memang, tapi apa hanya itu? Perlu sesuatu yang lebih dari sekedar passion untuk menjalaninya.
Apakah kita berdua sudah sekuat itu untuk bersama-sama berpegangan tangan, seerat mungkin, melawan arus naik turun bisnis yang pasti terjadi nanti? Ayolah, tak perlu badan intelijen khusus untuk menghitung bahwa hubungan kita masih seumur jagung.
Sebelum kuutarakan pikiranku, katamu begini.
"Mungkin kamu sedang memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi dengan kita dan bisnis ini. Seperti, bagaimana kalau terjadi apa-apa dengan kita di tengah jalan, katakanlah, putus, bisnis ini mau diapakan?
Aku, saat ini, berusaha keras dan bahkan tak mau sama sekali untuk memikirkan kemungkinan tersebut. Mungkin terdengar berlebihan, tapi aku memang sudah menganggap 'kita' seserius itu. Aku masih mengingat jelas kesepakatan kita untuk maju bersama di awal jadian. Dan yah, mungkin ini adalah permulaannya. Bukannya aku memungkiri untuk adanya kemungkinan-kemungkinan terburuk tersebut. Tapi toh, kalaupun itu terjadi, memang apa salahnya kalau momen ini pernah ada?"
Kurasa, rona di pipiku saat itu mengalahkan buah tomat yang segar dan ranum di kebun raya sana. Aku malu karna bisa-bisanya dalam hatiku, aku memikirkan kemungkinan terburuk tersebut sementara kamu menghimpitnya dengan pikiran positif. Aku malu, karna sempat-sempatnya aku meragukanmu.
"Hmmm... baiklah. Aku setuju. Mari maju bersama-sama."
"Deal."
Berapa banyak diantara kalian, yang di dalam hubungan berumur 2 bulan, sudah mengalami apa yang baru kualami?
Aku tak bilang bahwa hubungan ini menjanjikan, atau sudah pasti bahagia. Aku hanya bisa mengatakan,bahwa hubungan ini berani, dan tak takut rintangan.
Kamu juga bahkan bukan lelaki yang penuh dengan janji. Kamu adalah seseorang yang datang, mendengarkanku bersama setiap keluhan, dan datang bersama solusi berikut tantangan. Tentu saja, aku sangat menghargai itu.
Mari berdoa bersama-sama demi kebaikan dan kesuksesan kita berdua. Perjalanan PhiloCoffee baru akan dimulai sekarang :)
There will always be a moment in your life, where, you feel like entering that higher stage of relationship with someone. From stranger to friend, from friend to best friend, and from best friend to soulmate.
I experienced a lot of that "from friend to best friend" transition.
Some stays, and some flies away.
And now i'd like to tell about this one. The stay one.
I met her in my first day of college, thought that she is some sort of be-happy-go-lucky kind of person.
She always smiles, like, everytime.
I still cant forget the feeling to get to know her better the first time I see her, the girl with brown hair, glasses, and denim shirt.
Lisa Nugraha.
Yes, this is a story about her, about one of the wisest person I've ever known my entire life.
Hey, how many time in your life do you get a chance to meet someone who is selfless yet principle?
She is so selfless that she barely say no when I need her help. If she is still able to, she absolutely will.
But she can be full of anger whenever she feels like you disrespect her principle.
I always wonder how can one does that kind of thing.
Its always her shouting "so, how is it going?", even when there is nothing to tell anymore.
Its always her laughing at your most corny joke and successfully makes you feel like you are hillarious.
Its always her planning a short escape trip just to find a very little quality time with you.
Its always her, who never bored to listen to your same old boring story and still show more excitement than you.
Its always her, someone that you will never let yourself to hurt or betray.
I always wonder whether I am a good friend to anyone or not.
But I dont know why, and this is pretty serious, she makes me feel like I am the best of the best friend ever exist.
Hey Lisa, I could never stop thanking God for my fate to met you.
Thanks for being such an inspiration :)
You are a really great person, with a unique characteristic and a very humble thoughts.
And you know, with this kind of trait of yours, you will always be remembered :)
I mean it.
And I honestly adore every little inch of you.
From your messed-up best friend.
Love.
Saking lamanya tidak menulis postingan blog, saya jadi bingung harus menggunakan kata-kata pembuka seperti apa.
Hmmm, langsung saja.
Blog, menurut saya, adalah sebuah versi digital dari semi-diari. Dikatakan semi-diari karna memang isinya tidak se-private diari buku yang bisa digembokin, tapi tetap mengandung kejadian-kejadian ataupun curhatan si penulis yang masih akan bisa dibaca kembali olehnya berpuluh tahun kemudian.
Lalu, kejadian baru apa yang saya alami dan ingin saya ingat?
Dibikin list saja sepertinya.
1. 4 bulan yang lalu, saya memutuskan untuk menyibukkan diri di sebuah kepanitiaan acara kampus, bernama Mbakmi (Malam Bakat dan Kreativitas Mahasiswa Mahasiswi Universitas Bakrie). Di acara itu saya menjabat sebagai koordinator divisi publikasi dan dokumentasi. Yah, kerjaannya nggak jauh-jauh dari yang namanya cuap-cuap mengenai acara itu biar orang-orang pada kepo. Cukup berkesan, sih, pengalamannya. Kenapa? Saya adalah satu-satunya koor yang tidak memiliki background menjadi panitia mbakmi di tahun sebelumnya. Turns out, anggota team saya pun juga begitu. Jadi, ya, kita berlima (Saya, Rizky, Momon, Ucup, dan Millah) semacam kecemplung di sesuatu yang benar-benar baru. Untungnya, karna saya memiliki tim yang kecenya ngalah-ngalahin Teza Sumendra, jadilah kita berhasil memperkenalkan dan mempublikasikan Mbakmi dengan baik :)
2. Semester 6 udah mau berakhir sebentar lagi. Which means, ini adalah saat yang tepat bagi saya dan teman-teman saya untuk mulai panik soal magang. Jadi di Universitas Bakrie itu, ada semacam kewajiban yang harus dilalui oleh mahasiswa yang akan menginjak semester 7, yaitu magang. Magang ini dianggap sebagai salah satu persyaratan mahasiswa untuk memulai skripsi. Jadi ya, kalo lo ga magang, lo ga lulus-lulus.
Sekitar sebulan yang lalu saya udah mulai heboh sana-sini nyari tempat magang yang oke, dan apply ke semuanya, salah satunya ke program TULIP (Toyota University Leadership Internship Program). Program ini diinisiasikan oleh Toyota Astra Motor, salah satu perusahaan idaman di Indonesia. Ya jelas, Toyota adalah brand otomotif nomor 1 di dunia. Sementara, Astra Internasional adalah distributor nomor 1 di Indonesia. Kebayang kan, ketika mereka bergabung jadi satu? :p
Singkat cerita, program tersebut memiliki beberapa tahap seleksi. Screening CV, psikotest, Focus Group Discussion, case presentation, HRD interview, dan user interview.
Awalnya sih iseng nyoba ngirim CV, saya ga begitu minat sama perusahaan ini karna lokasinya yang naujubilah jauh aja. Dari kuningan ke sunter. Taunya dipanggil psikotest. Yaudah ikut, tapi masih nothing to lose dan di awal niatnya cuma pengen nyari pengalaman psikotest.
Setelah ikut psikotest seharian sampe bikin otak hampir jebol, ternyata saya lulus dan lanjut ke tahap selanjutnya, FGD, minggu depannya.
Di tahap ini, masih, saya menerapkan prinsip nothing to lose. Sebegitu santainya saya, sampai-sampai ketika yang lain berusaha tampil resmi dengan kemeja dan bahkan blazer, rok resmi, sepatu rapi dan segalanya, saya hanya bermodalkan jeans dan sweater biru muda. Towewewew. Berani sekali kau anak muda.
Di tahap FGD ini, mungkin karna memang saya berprinsip nothing to lose, jadinya memang saya menjadi agak lebih pede daripada biasanya. Jadilah proses cuap-cuap dalam ruangan FGD yang berisi 8 orang tersebut berjalan lancar. Diskusinya saat itu bertemakan "global warming". Setelah diskusinya selesai, saya tidak sampai menunggu 5 menit untuk melihat hasil siapa yang lolos ke tahap berikutnya. Dan Alhamdulillah, saya diberi kesempatan lagi untuk maju ke tahap selanjutnya. :)
Dari sini, saya mulai menaruh sedikit ekspektasi di perusahaan ini. Memang, program magang yang ditawarkan oleh Toyota Astra Motor ini adalah program magang khusus, dimana peserta akan melewati proses seleksi layaknya pegawai normal, dan akan diproyeksikan untuk menjadi karyawan setelah masa magang. Dan melihat benefit serta pengalaman yang akan saya dapatkan kalau misalnya kerja disini, ya saya ikutan ngiler juga jadinya.
Oke, lanjut.
Selanjutnya, setelah FGD, saya harus melewati tahap presentasi case dan interview HRD. Yang mana, perusahaan sengaja untuk memberikan case tersebut 20 JAM SEBELUMNYA. Masih ingat betapa ringkihnya otak saya ketika berusaha menganalisa case dan mempersiapkan presentasi semalam suntuk :')
Kembali lagi, ketika semua orang tampil niat dan wah dengan setelan kemeja blazer jas pantofel dan semua tetek bengek resmi tersebut, saya entah kenapa tampil menggunakan boyish pants berwarna orange, dan kemeja biru, serta sepatu keds berwarna coklat. Entah apa yang salah dengan otak saya.
Singkat cerita, presentasi di depan peserta dan HRD berjalan cukup lancar, walaupun saya adalah satu-satunya peserta yang slidenya paling tidak formal. Yakaliiiiii, slide buat Toyota tapi ada kupu-kupunya. Piye toh, Nick?!!!!!! *emosi ngeliat kebegoan diri sendiri*
Setelah melakukan presentasi, saya lanjut menjalani interview HRD. Nah, ini adalah bagian yang paling menyenangkan buat saya. Entah kenapa, saya sangat suka melakukan inter iew. Entah itu diinterview oleh perusahaan, ataupun menginterview orang lain (sebelumnya saya pernah magang menjadi HRD dan menginterview orang). Dan interview saya hari itu pun berjalan dengan sangat baik.
Nah, selanjutnya apa? Yak, menunggu panggilan untuk ke tahap selanjutnya yang adalah tahap terakhir, yaitu interview user.
Ternyata dipanggil! Bahagia sih, bahagia banget bahkan. Karna itu artinya saya selankah lagi menuju dunia permagangan. After all this timeeeeeeee~~~~ *nyanyi sumbang*
Nah, pada saat interview user, saya berusaha untuk mengembalikan otak pada posisi yang benar. Jadilah saya datang dengan setelan resmi. Rok, kemeja, dan flat shoes. Yeeyyyyyyyyyyyyy.
Tapi bukan Nicky namanya kalau gak ada sialnya di setiap kejadian.
Pada hari dimana saya melakukan interview user, saya sedang sakit. Flu berat, ditambah dengan batuk parah, dan dilengkapi dengan muntah-muntah setiap saat. Pokoknya, saya keliatan ga jauh beda sama fauna-fauna yang udah uzur. Renta, pucet, jelek, suara bindeng, ingus kemana-mana. Batuk membahana. Duh, parah.
Seolah-olah itu belum cukup parah, saya pake muntah segala dulu semenit sebelum memasuki ruangan manajernya. Oh God, why? :')
Setelah memasuki ruangan manager, si bapak manager langsung tau kalau saya sedang sakit. Ya orang pembawaannya ringkih sedih begitu. Pantes aja.
Akhirnya, saya mencoba memaksakan diri untuk berkonsentrasi dengan jalannya interview. Awalnya si bapak manager dan ibu head division menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan saya, seperti pengalaman kepanitiaan dan lainnya, itu saya masih bisa jawab dengan anteng.
Gak lama kemudian, mulailah bapak manajer menjelaskan mengenai divisinya sendiri. Oh iya, btw, saya diinterview oleh manajer marketing.
Dan detik pada saat bapak manajer tersebut menjelaskan marketing division di perusahaan Toyota Astra Motor, saya mulai kehilangan konsentrasi. Ngantuk, pusing, mual, nyampur jadi satu. Jadi saya cuma bisa ngangguk-ngangguk khidmat aja selama doi menjelaskan. Hingga tetiba si bapak menajer bertanya,
"Jadi, dari penjelasan saya tadi, kamu minat di marketing bagian mana?"
JEGERRRRRRRRRR. Pak, ampun pak, saya ga dengerin dengan baik :''''(
Dan tindakan penyelamatan diri tercepat yang bisa saya lakukan saat itu adalah dengan menjawab sesingkat-singkatnya.
"Yang terakhir, pak."
Persis jawaban orang-orangan sawah.
"Yang terakhir? Kenapa menurut kamu itu lebih baik daripada 2 lainnya?"
Jeger. Lagi.
"Uhh... hmmmm. Mmmmmm.... karna saya menyukai bidangnya, pak. Saya memang lebih suka menganalisa secara kualitiatif daripada harus berkutat dengan angka."
Untungnya, saya mendengar sangat sedikit sekali dari penjelasan si bapak manajer.
"Baiklah, setelah ini kamu akan kami kabari."
Setelah itu, interview selesai. Entahlah, di perjalanan pulang diatas bis kota, rasanya pengen nangis. Udah sejauh ini, masa gak diterima karna lagi sakit dan terlihat super bego?
Namun, Tuhan berkata lain. Setelah saya transit di senen dan naik kopaja, baruuuu aja duduk, tiba-tiba perusahaan langsung menelfon saya dan menyatakan kalau saya DITERIMA untuk magang di Toyota Astra Motor. :)
Alhamdulillah, God always has the best plan upon me. Just when I expect something to least, I got it. It doubles the happiness. And this achievement, for me, is dedicated to the top 2 person that I can't stand on myself without. My mom and dad. Seeing all their responses when I gave them the good news, always completes me as a happy child.
Dan magangnya baru akan dimulai awal bulan juli depan. Super deg-degan dan excited di waktu bersamaan :)
Sekian dulu updatean untuk sekarang. Cerita selanjutnya menyusul ya, guys. Ciao! :)
Saat ini, adalah saat paling tepat untukmu berfokus pada diri sendiri. Fokus memperbaiki diri, fokus menyibukkan diri dengan segala hal yang bermanfaat, dan mencoba hal baru.
Fokuslah untuk itu semua, tapaki setiap jalannya, jalan yang mungkin akan menuntunmu kepada dia.
Fokuslah.
Agar dia teryakinkan bahwa waktu yang kamu punya saat ini adalah waktu yang kamu manfaatkan untuk menjadi kamu yang (sudah) hebat pada saat itu, bukan waktu yang kamu habiskan bersama orang yang salah.
Fokus, dan yakinlah, kesuksesan dan kebahagiaan itu akan datang. Dengan cara yang beribu-ribu kali lebih indah dari mimpi terbaikmu. :)
Born in a small beautiful town among a very romantic family -smart mom and funny dad, and an older brother who would sacrifice his life to protect me from the world's cruelty.
Get anything that I want from my dad, even the silliest one. Have a very attentive mom that I even tell her the most unimportant problem of mine. Make it to be the number 1 in school, also with a very supportive and care friends.
Date a nice and hillarious and very smart guy in town who will sing me a song with a guitar in his hand, and a cute smile on his face. We are dating like several years but everyday feels like the first day we meet each other. There is always something new to do, to talk, to laugh at. I love him.
Get into a very famous university abroad with a scholarship. Hardship will never lie.
Being proposed by my first love in a beyond romantic way, Oh God what else do I want in this world.
Being married to a guy that has been in my dream for couple of years. My soulmate. Our honeymoon is called "kissing around the world".
Give birth to a very cute tiny girl, named Mikhaila. She is going to be smart and beautiful.
----------------------------
It seems like a very perfect story, doesnt it? Of course that is not real. No one in this world would be able to have that kind of dreamed life.
The world is so full of surprise. Some might be happiness, some might be trouble.
The interesting part about it is that you dont know which part you get into the next second. The best thing you can do is just enjoying the present as much as possible as well as pursuing whatever you want in your point of view about happiness.
How about me? I'm not much of a dreamer, actually.
I have been through a lot in my life. I mean, a lot. There are several occurence that actually build this very skeptikal trait of mine. For whatever it is, I am now a very skeptikal person. I believe in happiness, i do. But I dont expect much from it.
I dont really believe in faith. Not that I step over God's will, I'm just pretty sure that whatever happen in your life now, there is always something to do with your past. It is something in your past that creates the "now". It is either yourself a month ago, 3 years ago, or even your mom or dad 20 years ago. They all took an important role on how your character were build, on how big your problem is, or on how much in a happiness you are.
And now that im thinking about it, I would say that I dont want to have a bad future just because I cant manage to have some good effort in the present.
But, who am I to decide it all? God creates another person for a reason.
They, people, are one of the externalities that would potentially change my projected future. No matter how I perfectly picture it in my head, other people will always there to drive it different route. And what's in for me?
Nothing. I should be the master of my own future. That is what I should say to myself, right?
But here I am. Writing in the middle of the night, with a very random thoughts about future and every possibilities that could potentially destroy it. Or beautify it.
It is of course, non sense at all.
Now i'm getting sillier. I guess I should end this post. I actually think about something that practically dont need to be thought of.
I guess I just have to enjoy life more. For whatever it hides, I will try my best to live present as much as I hope it would lead to a better future of mine.
At least much much better than the past that I had. Amin :)
"Mama, cinta itu apa sih?"
"Cinta itu adalah perasaan yang muncul dari dalam diri manusia, yang kadang membutakan nalar dan logika mereka, demi bisa berjalan bersama dengan orang yang menjadi subjek perasaan tersebut."
"Ooh gitu. Terus, kenapa mama dan papa bercerai?"
".................... ceritanya panjang, nak."
"Tapi mama masih peduli nggak sama papa?"
"Jujur saja, masih."
"Aku mulai nggak ngerti. Kalo cinta itu perannya memang begitu hebat, harusnya perpisahan bahkan nggak masuk ke dalam opsi."
"Kamu akan mengalaminya sendiri nanti. Ketika kamu sudah beranjak dewasa, ada masalah krusial diluar cinta yang memiliki dampak sama besarnya terhadap hidup mama, papa, kamu, kita semua. Yang hanya bisa dipecahkan dengan perpisahan."
"Aku nggak mau nikah aja kalo gitu."
"Loh, kenapa?"
"Karna aku nggak bisa membayangkan masalah sebesar apa yang bahkan bisa menghancurkan ikatan cinta yang sudah lama terjalin, yang bahkan sudah menghasilkan buah hati, seseorang yang seharusnya bisa jadi pengikat terbesar. Kalau keberadaanku saja bahkan tidak cukup menjadi alasan untuk bertahan, aku tidak berani membayangkan masalah sebesar apa yang dulu menimpa mama dan papa."
"...................."
"Aku nggak mau nikah aja."
Hi, this is me writing out of random situation. I just like suddenly got the mood to write and hell no way I'm gonna waste this rare chance :p
I'm just suddenly in the pace of flooding myself with thoughts about love.
Lame, isn't it?
Well, I gotta admit that for love, as much as it made me happy, I've also been hurt many times.
I've been the witness of some deeply bitter love experience in others, and thus I dont want the same thing happen to me.
But you know what? Love is just too addicted for someone who felt it once. And the first time one gets the chance to feel it is the first time they see their parents's faces.
What is love, anyway?
Well, 2 billion heads in this huge world can have a significantly different perception about it.
It is, for me, an abstract substance which existence lays merely inside a living's scheme.
It doesnt have a surface, weight, height, depth, or simply a form, yet its power already ruled the world since it was created.
We are the hundredth generation to feel this feeling. And there are still hundredth generation to come to get the same thing.
So why bother teoritizing love since we have so little time to live?
Why dont we just enjoy it as a life's complimentary and deal with everything it causes happily?
Aren't we too dumb to spend most of our time thinking what love means and what love should be?
You won't even have the answer towards this; were love created to bring happiness or sorrowness?
We normal people are always be the ones to feel, deal with it.
God created love for a reason. But not to make us miserable, it's just us people who drives His blessing wrong way and turn it out to be a curse for our life.
Hey, buddy. Remember, 100 years won't be enough for you to find out what love means. A lifetime will only be a waste if you keep teoritizing love and lean on your own theory.
Stop making a border.
Love isn't something to be explained. It isn't something to be disturbed.
Let it be a sacred word to read, a moment to feel, or even a glass of hot chocolate to drink.
Just enjoy your moment, let yourself free from those useless burden that keep u from smiling, and love.
Love everything like you dont even know what love is.
Love something without any reason. Be happy if you are close to it.
Love and be happy.
And most importantly, love yourself as if it is the center of your happiness. Cause the moment where you put a little doubt in yourself is when you start to torture ur own life by admitting that you aren't love you enough.
You are stronger than the whole world can yell at you that you are.
Cheers :)
I just dont know how to live appropriately right now. Its like i keep finding myself overly thinking about everything; how I should act, how I respond to something, how I manage to be a good person from everyone else's eyes, et cetera. That its all somehow collide and mixed everything up and put me in a terrible ending.
Why am I hardly to be my own self?
Why am I having this disease? I cant enjoy every second in my life.
My only one God, You do know exactly what's best for me that I might not ever known.
I can't even guess when I'd take my last breath.
And yes, since i've been so uncomfortable lately, my mind is all a mess.
Since there is no one to tell (well, the problem is in me, me myself cant even get to the answer), let me just hope for a very soon ending of this drama :)



















- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact