Selasa, 30 Desember 2014 0 comments

Pray for QZ 8501

Hari terakhir di tahun 2014. Let's take some little time to contemplate....

Termasuk hari ini, berarti sudah terhitung 4 hari lamanya aku berada di pulau Lombok. Tujuanku kesini adalah untuk menghabiskan akhir tahun dan menyambut malam pergantian tahun bersama Ibnu dan keluarganya. Ini kali pertama aku mengunjungi pulau lombok, dan rasanya aku ingin lebih lama lagi disini. Kota ini begitu berbeda dari tempatku menempuh pendidikan dan memanjakan kerinduanku terhadap suguhan alam. Lombok is definitely the it place, no wonder people are willing to fly million miles just to see this beautiful land.

Banyak sekali pengalaman seruku disini. Tapi untuk postingan sekarang, aku sedang ingin membicarakan sesuatu yang lain. Sesuatu yang dari kemaren siang mengganggu dan menari-nari di benakku. Sesuatu itu tentang kehilangan orang yang kita sayang.

Yap, beberapa hari lalu Indonesia sedang dirundung kecemasan dikarnakan terputusnya sambungan komunikasi dari pesawat Air Asia QZ 8501 yang sedang terbang dari Surabaya menuju Singapura. Selama terputusnya komunikasi tersebut, media-media seolah tidak berhenti memberitaka  kabar terbaru pencarian yang dilakukan Basarnas. Dari twitter, path, instagram, portal berita, televisi, dan radio, hampir semuanya menayangkan perkembangan terbaru mengenai pencarian pesawat yang hilang tersebut. Aku sendiri sempat membaca beberapa postingan dari keluarga atau kenalan penumpang pesawat tersebut, dimana mereka memohon doa yang tak putus-putusnya agar pesawat tersebut aman dan keluarga/saudara/sahabat/kekasih mereka baik-baik saja keadaannya. Saat itu, jujur saja, aku hanya sedikit khawatir namun belum terlalu memikirkannya. Aku mengikuti perkembangan berita, namun tidak terlalu menghayati dalam hati.

Namun kemarin pagi, akhirnya sebuah kabar yang sangat tidak diharapkan itu datang juga. Tim Basarnas menemukan beberapa mayat yang mengapung di perairan Selat Karimata, dan beberapa pecahan berwarna orange yang diduga pecahan pesawat. Saat mendengar berita tersebut, aku terdiam cukup lama. Hanya satu pertanyaan yang berlari dalam otakku, "Lantas, bagaimana dengan orang-orang yang mereka tinggalkan?"

Di dalam pesawat yang jatuh tersebut, ada sedikitnya 155 penumpang (belum termasuk pilot dan awak pesawat), yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Entah ada seorang gadis yang ingin menyusul kekasihnya untuk tahun baruan di Singapura, ada seorang ibu yang ingin menemui anaknya yang menuntut ilmu di negeri Singa, ada sekelompok keluarga yang merayakan liburan sekolah anaknya dengan keluar Indonesia, sekelompok remaja yang berlibur bersama teman-temannya, so on and on. Pastinya, mereka menaiki pesawat tersebut untuk sebuah tujuan. Dan dibalik tujuan itu, ada pihak yang entah ditinggalkan, atau menunggu di seberang. Di balik tujuan itu, ada pihak yang berharap perjalanan mereka baik-baik saja sehingga mereka sampai dengan selamat.

Maka di sepucuk berita kehilangan tersebut, ada tangis yang tak terbendung dari mereka yang ditinggalkan, dan yang menunggu kedatangan.

Aku tak bisa tidak memikirkan sakitnya kehilangan tanpa aba-aba seperti itu. Dalam sekejap, hal-hal yang baru saja diklakukan penumpang bersama orang yang mereka sayangi menjadi hal terakhir yang pernah dilakukan bersama-sama. Pelukan sebelum memasuki check-in room, mendadak menjadi pelukan terakhir. Canda tawa di pagi hari sebelum berangkat ke airport, tak akan pernah terulang lagi. Pertengkaran dan permasalahan yang tak lagi bisa dihilangkan dengan kata maaf. Semuanya berganti dengan penyesalan betapa seharusnya pelukan itu berlangsung sedikit lebih lama, betapa seharusnya emosi yang meluap-luap tadi pagi dapat sedikit diredam........

Aku hanya bisa berdoa semoga mereka yang pergi mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan mereka yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan untuk menjalani cobaan akhir tahun ini.

Mereka kuat, mereka pasti kuat. Doa hampir seluruh masyarakat dunia berada bersama mereka :)

Minggu, 21 Desember 2014 0 comments

Selamat hari ibu, pahlawanku.

Selamat hari ibu, mama.

Teruntuk mama yang kusayangi, selamat hari ibu.
Terima kasih telah menjadi mama untuk cici, dedek, ami, bang nando, dan bang willy. Banyak hal telah mama lalui demi kami.
Cici tau, mama bukan gambaran ibu sempurna yang diceritakan di kisah-kisah terkenal, mama juga bukan ibu yang bisa segalanya. Mama, hanyalah manusia biasa.
Mama hanya wanita biasa yang menyayangi anaknya dengan cara mama sendiri. Mama selalu yakin bahwa anak mama harusnya bisa lebih hebat daripada anak lainnya. Mama begitu jauh dari sosok ibu yang memanjakan anaknya. Bagi mama, kemandirian harus dipupuk sejak dini. Makanya sekarang cici tidak gentar sama sekali menghadapi kehidupan di kota ini sendirian, ma. Mama tidak pernah ingin cici hidup bergantung pada orang lain, sehingga mama mengajarkan cici untuk bersosialisasi dengan baik. Mama tidak ingin cici boros, sehingga mama hanya membelikan cici benda yang benar-benar cici butuhkan. Mama tidak ingin cici direndahkan oleh lelaki, sehingga mama kekeuh cici harus kuliah dan bekerja, tidak bergantung pada suami. Mama tidak ingin cici melupakan satupun nasihat mama, sehingga mama kadang terkesan cerewet.

Kadang cici merasa tidak senang dengan suruhan-suruhan mama pada saat cici sedang sibuk dengan urusan cici sendiri.
Kadang cici kesal pada saat mama meminta tolong cici untuk melakukan hal yang tidak cici suka.
Kadang cici masih sebel dalam hati, sama mama.


Maafin cici ya, ma.

Ketahuilah ma.
Bahwa dibalik itu semua, cici begitu takut kehilangan mama. Cici begitu takut melihat kerutan di wajah mama yang semakin kentara, pertanda mama sudah semakin tua.
Bahwa di balik itu semua, motivasi terbesar bagi cici untuk terus maju adalah demi melihat mama bangga. Demi mendengar mama membanggakan cici ke semua orang.
Bahwa di balik semua itu, selalu ada sebuah doa yang terselip, agar mama selalu diberikan kesehatan tanpa henti, dan agar dosa-dosa mama diampuni oleh-Nya.

Saat ini, ma, cici belum bisa menjanjikan apa-apa. Tapi satu hal yang pasti, cici saat ini sedang berlari untuk mengejar sebuah titik yang mama banggakan. Cici sedang berjuang untuk itu, ma. Agar air mata serta keringat yang pernah mama curahkan tidak sia-sia.

Maafkan cici yang masih jauh dari istilah anak berbakti, ma. Terkadang cici masih mementingkan hal lain dibanding mama, tanpa cici sadar bahwa saat itu mama sedang sangat membutuhkan cici.

Terima kasih atas 21 tahun perjuangan mama dalam membentuk cici menjadi seperti sekarang. Cici, sebagai anak, mungkin hanya akan sanggup membalas sedikit nanti. Tetap sehat ya, ma. Jangan mengeluh kakinya keram lagi. Karna dibalik diamnya cici, sebenarnya cici gak pernah sanggup mendengarnya, ma.

Cici sayang mama ❤️
Kamis, 18 Desember 2014 0 comments

Tentang sahabat

Selamat pagi menuju siang, Nicky.

Harusnya saat ini aku telah belajar untuk tidak menulis apapun mengenai orang-orang yang kusayang selain keluarga di blog ini. Well, yah, karna ada kemungkinan dimana nantinya tulisan itu tidak lagi akan berarti karna subjek yang kau ceritakan tersebut sudah pergi meninggalkanmu :) 

Tapi, sekali lagi, sebagai orang yang tidak bisa mengekspresikan perasaannya secara langsung, aku memang memilih media blog ini sebagai tempatku menumpah-ruahkan perasaan. Di dalam sebuah tulisan, semua kenangan dan perasaan yang saat ini kurasakan, akan mengkristal. Salah satu cara untuk mengingatkanku bahwa aku pernah, menyayangi sebuah subjek tanpa alasan, mempedulikan seseorang dengan penuh, dan menghargainya sebagai siapa dia bagiku; kekasih, sahabat, dan peran penting lainnya. Sehingga apabila nantinya perasaan itu mulai memudar, aku tinggal membuka kembali lembaran blog ini untuk membantuku mengisi kotak kosong yang tadinya penuh dengan berbagai emosi indah.

Cukup intro nya. Kali ini aku ingin menceritakan kisahku bersama 2 laki-laki yang dengan bangga bisa kupanggil sahabatku.

Mereka adalah dua orang yang unik. Mereka membuatku sering iri dengan kemampuan mereka untuk menilai sebuah film dengan pandangan yang cerdas, sebuah hal yang sulit sekali kulakukan karna biasanya setelah menonton film aku selalu lupa jalan cerita detailnya. Mereka bukanlah orang yang akan kutemui setiap hari, namun setiap kita bertemu, selalu ada sebuah momen berkualitas disana.
Mereka, mungkin karna mereka laki-laki, adalah sedikit sekali dari orang terdekatku yang dapat secara jujur menyatakan apa yang mereka rasakan terhadapku, memberikan kritik apabila menurut mereka aku sedang berada di jalan yang salah, tanpa membuatku merasa sedih.

Entah dengan cara seperti apa, mereka mampu membuatku merasa aku akan baik-baik saja selama aku berteman dengan mereka. Tanpa sepatahpun kata, mereka sanggup meyakinkanku akan itu. 

Saat ini kami bertiga sedang sibuk dengan kehidupan kami masing-masing. Dengan tugas akhir kuliah, bisnis, dan kekasih masing-masing.
Kuharap kita akan selalu peduli untuk satu sama lain :) dan kuharap tidak ada yang berubah lagi. Dan tentunya, semoga kita bertiga berhasil dalam apapun yang sedang kita tempuh saat ini. Hingga nanti saat kita sedikit lebih tua, akan selalu ada pertemuan-pertemuan yang memberi kita warna. 


Have a good day, Obs dan Bims!
Kamis, 04 Desember 2014 0 comments

Resolusi Akhir Tahun yang Sederhana

Dan tidak terasa, Desember menjelang.
Sejauh memori saya, rasanya begitu banyak hal yang terjadi di tahun ini, yang menyumbang berbagai warna berbeda dalam hidup saya. Just to recall the memories a little bit.......

Permulaan tahun 2014...
Saya merayakannya secara sederhana di salah satu rumah teman dekat saya bersama teman-teman lainnya. Berdiri dengan antusias di balkon, menyalakan kembang api dan ikut hanyut bersama dentuman petasan tanda dimulainya tahun baru 2014. Saat itu saya tidak memiliki resolusi apapun untuk tahun menjelang, entah kenapa. Mungkin karna saya telah merasa cukup dengan apapun yang saya miliki saat itu.


Pertengahan 2014....
Dapat dibilang adalah saat tersibuk dan terproduktif di hidup saya. Dengan intensitas magang, kuliah, dan kepanitiaan dalam acara kampus yang cukup padat, saya merasa sangat hidup dan bersemangat. I felt really fresh to see a whole new world outside mine.
Selain itu, di pertengahan tahun juga saya bertemu dengannya, dia yang hingga sekarang selalu terselip dalam setiap doa saya, dan yang doanya selalu saya amini adanya.

Akhir 2014.....
Sebuah kekecewaan yang mendalam menimpa saya dan sangat mengubah cara saya memandang dunia, perihal ekspektasi berlebih terhadap beberapa orang terdekat di hidup saya. Namun bukan itu yang ingin saya bahas disini. Adalah bahwa di akhir tahun 2014 ini, salah satu resolusi hidup yang entah dari kapan saya ucapkan diam-diam akhirnya terwujud. Saya berhasil memulai bisnis kecil-kecilan beratasnamakan kedai kopi, bersama dia. BellyKupi, sebuah kedai kopi yang saya dan dia perjuangkan dari titik nol dan sudah mulai menjalani bulan ketiga sekarang. Bisnis ini bukan sebuah bisnis besar yang ribet dengan segala tetek bengeknya, naun cukup sangat menyita perhatian saya and i'm pretty excited about it like always. Saya harap, 5 tahun dari sekarang, BellyKupi bukan lagi sekedar sebuah kedai kopi :)


Dan sekarang, kurang dari sebulan menuju tahun baru, resolusi baru, hidup baru. Melihat setahun ke belakang, saya merasa masih belum menjalani semuanya secara maksimal. Saya merasa masih ada banyak waktu yang terbuang, banyaknya opportunity cost dari tindakan-tindakan yang saya pilih, dan kurangnya saya dalam menikmati hidup.
Kabar baiknya adalah, tidak ada kata terlambat untuk berubah. Saya harus berjanji untuk lebih memanfaatkan waktu dengan baik, melakukan hal-hal yang walaupun sulit namun akan saya syukuri beberapa tahun dari sekarang, dan lebih banyak berdoa serta bersyukur atas apa yang saya miliki.

Sekarang, sudah saatnya bagi mata, telinga, tangan, kaki, dan hati untuk bekerja lebih keras. Sudahi waktu yang terbuang percuma, selesaikan urusan yang berguna, dan segera raih mimpi yang sempat tertunda :)

Semangat menjalani bulan terakhir tahun 2014, Nick!
Kamis, 27 November 2014 0 comments

5 Tahun dari Sekarang

Teruntuk aku, 5 tahun dari sekarang....

Bagaimana hidupmu sejauh ini? Aku ingin tahu. Apakah menyenangkan hingga kamu tidak punya apa-apa lagi untuk diubah? Atau sebaliknya?

Hai, diriku 5 tahun lagi....
Rasanya 5 tahun itu persimpangan antar sebentar dan lama. Sebentar, karna tidak sulit bagiku untuk mengingat dengan jernih kegugupan manghadapi masa-masa SMA di umurku yang masih 16 tahun. Lama, karna apabila dibandingkan, sungguh diriku yang sekarang sangat jauh berbeda dengan aku 5 tahun yang lalu.

Diriku 5 tahun lagi....
Saat ini aku sedang gelisah. Aku sedang mengira-ngira akan menjadi seperti apa aku 5 tahun lagi. Rasanya aku ingin sekali memiliki sebuah mesin waktu untuk sesekali mengecek keadaanmu. Kuharap kau baik-baik saja..

Hanya untuk sekedar pengingat bagimu, barangkali kamu lupa, saat ini hidupku sedang baik-baik saja.
Well, tidak sebaik itu. Mungkin apabila kamu mengubek-ubek isi pikiranmu saat ini, ada sebuah kenangan pahit yang tertinggal tentang sebuah perpisahan. Bukan, bukan perpisahan dengan seorang kekasih. Tetapi perpisahan dengan mereka, yang tadinya, kau anggap sahabat terbaik dalam hidupmu. Perpisahan atas sesuatu yang menurutmu saat itu tidak masuk akal. Tapi saat ini, ku yakin, kau sudah merasa baik-baik saja. Kuyakin, kamu sudah cukup bijaksana untuk tidak berpura-pura buta akan kepura-puraan, untuk mulai belajar menghargai dan menyayangi dirimu sendiri. Aku pun saat ini sudah mulai belajar ikhlas. Aku sudah belajar mengikhlaskan denyut-denyut tidak menyenangkan di dadaku setiap kali aku mengingat mereka, atau melihat mereka bahagia. Aku yakin ini akan memudar seiring berjalannya waktu. Yang hingga saat ini kusyukuri, setidaknya aku telah ditunjukkan siapa orang yang benar-benar ada untukku. Siapa orang yang benar-benar menyayangiku :)

Saat ini, aku sedang menulis kisah bersama dia, yang namanya cukup sering menghiasi blog ku belakangan ini. Entahlah, tidak terlalu banyak cerita tentangnya. Hanya satu hal; aku bahagia. Aku ingin terus tersenyum setiap aku melihatnya bahagia. Kuharap semuanya akan terus berjalan seperti ini.

Teruntuk diriku 5 tahun dari sekarang....

Doaku tak banyak. Kuharap kau bahagia. Kuharap semua kerja keras yang kau kerahkan bertahun-tahun sebelumnya telah menuai hasil. Kuharap, kau tak lagi tertidur dengan berbagai macam pikiran menghiasi isi kepalamu. Kuharap, kau menjadi wanita yang lebih kuat dari aku yang sekarang. Aku yakin, kau pasti bisa :)
Senin, 03 November 2014 0 comments

Never regret.

Never regret anything.
Never regret all the irrational decision and choice you've made before.
Never regret family you were born into.
Never regret all the broken hearted that have ever happened to you.
Never regret all the wasted love and caring you have ever gave to somebody else.
Never regret the wrong sized shoes you just bought yesterday.
Never regret the bad tasted meal you ate in that new restaurant.
Never regret the million times of fell down tears on your cheeks.
Never regret all the unwanted moments from the previous chapter of your life.
Never regret all the immature situation that happened because of your immaturity.


Never, ever regret anything. If you could love yourself now, then there is no reason to hate everything in the past. If you couldn't, then there must be something wrong with you right now, not before.

All the things you have ever did, made, tasted, liked, hated and else are all fully contributing to drive who you are now. People are always there to secretly judge you, even those who you thought was your best friends. So what, then?
Remember. Those who love you wouldnt need any circumstances to stay around you. While those who dont, yeah..... You can finish this sentence.

What really matter is, outside the religion thingy, you have to keep yourself from hurting other people with everything that you do. Therefore, if people still busy to judge you while you do nothing harmful to them, its their business :)


Never regret anything.
Be a bestest best friend. Do one of these things if your best friend do something wrong with themselves: tell them right away with a right manner, or accept it wholeheartedly and leave no hard feeling inside you.
Never hurt people intentionally. Remember, a small joke can mean so much to a person.
Smile a lot.
And the rest, dont give a damn to those silly judger :)
Kamis, 30 Oktober 2014 0 comments

Ibnu.

Kapan terakhir kalinya kamu mengalami hari terbaik dalam hidupmu? Kapan terakhir kalinya kamu merasa begitu disayangi oleh seseorang? Begitu dipedulikan? Begitu....... Dianggap berharga?

Kemarin. Jawabanku adalah kemarin. Tepat di usiaku yang genap 21 tahun, aku mengalami hari terindah sepanjang hidupku. Aku merasakan perasaan sayang dan peduli yang teramat besar, bahkan mungkin lebih dari yang pantas kudapatkan.

28 Oktober 2014 - 11.30 PM
Dia datang menjemputku ke kosan. Membuatku terheran-heran, kok ya datangnya 1,5 jam lebih awal. Bukankah normalnya pintuku baru diketuk tepat pukul 12 malam bersamaan dengan lilin dan kue? Tapi, ya, begitulah dia. Lengkap bersama sejuta kejutannya.

29 Oktober - 00.00
"Happy birthday to youuuu! Bentar yaaa aku ambilin kue."
Ucapnya riang (sebenarnya, lebih terlihat seperti asik sendiri :p), sebelum menyalakan lilin di atas cake red velvet mini. Kutiup lilin tersebut, lupa sama sekali melakukan ritual wajib yaitu make a wish :(

"Aku punya sesuatu untuk kamu." Katanya seraya mengambil sebuah bingkisan berisi tas berwarna kesukaanku dari jok belakang mobil. Dan, yah, sudah lama sekali aku menginginkan sebuah tas yang lebih besar untuk kubawa kemana-mana. Senang sekali rasanya.

"Besok malam kita dinner yah. Pake formal attire."
"Hmmm... Aku ga punya formal attire deh kayanya."
"Yaudah. Kalo gitu besok pake ini yah."
Sebuah hadiah manis lagi. Blazer lucu berwarna baby blue. Lagi-lagi, warna kesukaanku.

Setelahnya kita foto-foto.




29 Oktober 2014 - 20.30

Hari ulang tahunku bertepatan (lagi) dengan hari ujian tengah semester. Kebetulan ujian hari itu dijadwalkan malam hari. 
Selesai ujian, aku menunggunya di salah satu minimarket di sekitaran kampus. Begitu dia datang, begitu saja kepalaku diikat dengan sebuah kain penutup mata. Dan aku ditarik cukup lama hingga kepusingan, ke sebuah tempat di belakang kampus.

Sesampainya disana, penutup mataku dibuka. Dan yang kulihat adalah apa yang tak pernah kuekspektasikan sebelumnya.

Seluruh teman-teman dikampusku, lengkap dengan kue, topi ulang tahun, kembang api dan sebagainya. 
Aku tidak tahu harus berekspresi seperti apa saat itu.

Full team❤️

With meneboys❤️

With some of the girls❤️

Name this all you want. I call them my gotham❤️

Lovely juniors❤️

Kostmates❤️

Entah bagaimana caranya, dia begitu berhasil mengabulkan permintaan terbesar untuk hari ulang tahunku; berada di sekitar orang-orang yang kusayangi.
Usahanya untuk membawa mereka berkumpul demi sebuah perayaan mendadak, di tengah-tengah ujian semester, bagiku terlihat jauh lebih romantis daripada puisi manapun.

Muka kucel tiada tara❤️



Kukira semua berakhir disana. Ternyata tidak.
"Kayanya kamu cocok kalo pakai ini. Dipakai yaaa." Ucapnya, sembari menyodorkan sebuah sepatu converse berwarna, lagi-lagi, lucu. Entahlah aku harus berkata apa lagi.



Terima kasih, kamu :)
Hariku tidak bisa lebih indah lagi.


30 Oktober - 4.30 pm

Dinner yang dijanjikan tiba! 
Makan malam di sebuah cafe yang tergolong cukup fancy, apalagi untuk seukuran anak kuliahan. Well, it's quite a big pleasure of mine to see him treating me like a lady.
A rose from a gentleman :)

We look cute together, right?



Ya. Aku bahagia. Dan sungguh, kukira semua berakhir disana. Ternyata......



.............
"Kalau masih ada kado lagi, aku jantungan."


Selesai. Begitulah.

Hai kamu, pria yang baru saja hadir di hidupku. 4 bulan belumlah bisa dikatakan lama. Tetapi, entah dengan cara apa, kamu berhasil membuatku merasa sudah mengenalmu bertahun lamanya.
Hadiah-hadiah darimu banyak sekali jumlahnya. Hadiah yang, selain melengkapi kebutuhanku, juga memenuhi selera dan keinginanku di setiap detailnya. Hal sederhana yang menunjukkan kebesaran pedulimu.
Tapi diatas semua itu, jauh sekali diatas semua itu, aku sedang berterima kasih pada Tuhan karna telah membuatku merasa sangat disayang oleh makhluknya. 
Terima kasih, atas usaha kerasmu untuk memenuhi keinginan sederhanaku.

Mungkin, sepuluh tahun dari sekarang, tidak lagi akan kita rasakan momentum seperti ini. 10 tahun dari sekarang, mungkin hanya akan ada kita berdua, atau bertiga, atau berempat, bersama-sama saling mendoakan dan mensemogakan untuk kebahagiaan bersama. Mungkin nanti, hal sesederhana doa sudah cukup bagi kita berdua.

Aku tak pernah berhenti mendoakanmu untuk selalu bahagia. Mendoakan kita. Mendoakan masa depan yang belum pasti, namun kuharap namamu akan selalu ada disana.
Terima kasih telah memberiku sebuah hari yang benar-benar istimewa. Hadiah terindah dari semuanya.

Terima kasih, kamu :)


❤️❤️❤️❤️❤️❤️






Selasa, 28 Oktober 2014 0 comments

Selamat datang, 21 :)

Apa sih, artinya umur 21 tahun bagimu?
Menurut pendapat mayoritas, angka 21 tahun dapat dibilang sebagai angka yang "melegalkan" seseorang. Legal dalam artian si empunya umur akhirnya dapat menjalani hidupnya sesuai keinginannya tanpa harus terikat persetujuan orang tua terlebih dahulu, seperti sebelumnya. Dan tentu saja, setiap keinginan dibarengi dengan tanggung jawab dan resiko yang akan ditanggung sendiri oleh pemilik usia.

Lalu, kenapa harus 21?
Memangnya sepenting apa sih peran angka 21 di hidup seseorang?

Berkaca dari pendapat mayoritas tersebut, harusnya cukup jelas tergambar betapa pentingnya usia 21 tahun dalam hidup seseorang. Usia yang masih terbilang cukup muda untuk mendefinisikan siapa dirimu, namun cukup dewasa untuk menentukan kemana kamu akan melangkah setelah ini. Usia yang, seharusnya, menjadi jembatan antara ketidakadaan hingga adanya tujuan hidup yang jelas.

21 tahun. Ya, hari ini aku genap berusia 21 tahun. Entahlah, biasanya saat berulang tahun, aku akan sibuk memikirkan wishes list atau semacam resolusi untuk usiaku yang baru, yang tentu saja, jarang terjadi. Namun, berbeda dengan tahun ini, keinginanku amat sangat sederhana. Jauh lebih sederhana daripada keinginanku di ulang tahun ke-5.

1. Menjadi seseorang yang berguna untuk sekitarnya. Dapat menjadi teman yang mampu memunculkan tawa bahagia orang didekatnya, ataupun tidak,  dapat menghapus kesedihan yang dirasakan mereka.
2. Mampu menjadi orang yang lebih bersyukur dan menghargai setiap hal. Dimulai dari rezeki, kebahagiaan, bahkan ujian.
3. Mampu menyayangi orang yang menyayangiku tanpa alasan. Berjanji untuk tidak meninggalkan mereka sendirian, karna itu pasti rasanya menyakitkan.
4. Mampu menjalani setiap peran dalam hidupku dengan sebaik-baiknya. Sebagai seorang hamba Allah, seorang anak bagi ibu dan ayahku, seorang teman bagi sahabatku, seorang rekan bagi teman bisnisku, seorang pengusaha kecil, dan seorang pelengkap hidup bagi lelakiku.

Sudah, itu saja. Tak ada materi ataupun keinginan muluk-muluk. Terakhir, semoga aku masih diberi kesempatan untuk merasakan usia ke 22 tahun, dan melihat seberapa jauh resolusi tersebut terlaksana.

Amini saja dulu.

Selamat pagi, 21 :)
Minggu, 26 Oktober 2014 0 comments

Usia.

Jakarta, 27 Oktober 2014, 00.23

Tidak seperti biasanya, hari ini aku tertidur cepat sekali. Belakangan aku baru bisa memejamkan mata setelah jam menunjukkan pukul 3 pagi. Mungkin karna ketidakbiasaan itu, ketika aku akhirnya berhasil tertidur lebih cepat, aku malah terbangun tengah malam.

Well, 2 hari lagi adalah hari ulang tahunku. Aku memang bukan tipe orang yang bisa pura-pura tidak sadar akan hari ulang tahun, yang kerap dilakukan orang pada umumnya. Hanya sekali dalam setahun seseorang bisa merasa dipedulikan, disayang dan bahkan, diingat oleh orang-orang di sekitar mereka. Bagaimana mungkin aku bisa lupa akan hari itu?

Aku bukanlah seorang anak yang dibesarkan dalam limpahan kasih sayang berbentuk materi dan kemewahan oleh orang tuaku. Mereka menyayangiku dengan cara yang masih sulit aku mengerti hingga sekarang. Mungkin memang aku tak butuh untuk mengerti.
Dengan itu, momen ulang tahun hanya sempat kurasakan spesial hingga hari ulang tahunku yang ke 10. Saat itu, aku merayakannya dengan teman sekelas. Malam sebelumnya kedua orang tuaku sibuk membingkis beberapa makanan ringan untuk dibagikan ke teman-teman.
Yap, dengan cara itu.
10 tahun setelahnya, hingga saat ini, tidak ada lagi momen ulang tahun yang begitu berarti di keluargaku. Sekedar mengucapkan, kalau beruntung bisa makan bersama diluar, dan meniup lilin di kue ulang tahun yang biasa saja.
Namun tetap saja, ada sesuatu di hari ulang tahun yang membuatku tidak pernah bosan menyambutnya. Bagiku, perayaan dan hadiah-hadiah hanyalah sebuah bonus dari sebuah hal yang jauh lebih penting, yaitu kehadiran orang-orang yang kusayang di hari spesialku. Bahagia untukku adalah ketika mereka ada, khusus untukku, mengingatku, dan mendoakanku dengan setulus-tulusnya mereka.
Itulah kenapa aku selalu menyukai dan menunggu hari ulang tahun.

Detik-detik menuju 21 tahun.
Hmmm. Tuhan, aku sudah siap :)

Kamis, 21 Agustus 2014 0 comments

PhiloCoffee Journey starts here

13 Agustus 2014.

"Aku punya sebuah ide yang cukup gila." Katamu, malam itu.
"Bagaimana kalau kita memulai sebuah bisnis bersama-sama? Usaha coffee shop yang sedang kujalani bersama ayah di Lombok, ingin kulakukan juga disini. Bedanya, bersamamu."

Aku terdiam cukup lama. Hei, ini bukan main-main. Memulai sebuah bisnis bersama. Kedengaran menantang sekaligus menyenangkan memang, tapi apa hanya itu? Perlu sesuatu yang lebih dari sekedar passion untuk menjalaninya.
Apakah kita berdua sudah sekuat itu untuk bersama-sama berpegangan tangan, seerat mungkin, melawan arus naik turun bisnis yang pasti terjadi nanti? Ayolah, tak perlu badan intelijen khusus untuk menghitung bahwa hubungan kita masih seumur jagung.

Sebelum kuutarakan pikiranku, katamu begini.
"Mungkin kamu sedang memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi dengan kita dan bisnis ini. Seperti, bagaimana kalau terjadi apa-apa dengan kita di tengah jalan, katakanlah, putus, bisnis ini mau diapakan?
Aku, saat ini, berusaha keras dan bahkan tak mau sama sekali untuk memikirkan kemungkinan tersebut. Mungkin terdengar berlebihan, tapi aku memang sudah menganggap 'kita' seserius itu. Aku masih mengingat jelas kesepakatan kita untuk maju bersama di awal jadian. Dan yah, mungkin ini adalah permulaannya. Bukannya aku memungkiri untuk adanya kemungkinan-kemungkinan terburuk tersebut. Tapi toh, kalaupun itu terjadi, memang apa salahnya kalau momen ini pernah ada?"

Kurasa, rona di pipiku saat itu mengalahkan buah tomat yang segar dan ranum di kebun raya sana. Aku malu karna bisa-bisanya dalam hatiku, aku memikirkan kemungkinan terburuk tersebut sementara kamu menghimpitnya dengan pikiran positif. Aku malu, karna sempat-sempatnya aku meragukanmu.

"Hmmm... baiklah. Aku setuju. Mari maju bersama-sama."
"Deal."

Berapa banyak diantara kalian, yang di dalam hubungan berumur 2 bulan, sudah mengalami apa yang baru kualami?
Aku tak bilang bahwa hubungan ini menjanjikan, atau sudah pasti bahagia. Aku hanya bisa mengatakan,bahwa  hubungan ini berani, dan tak takut rintangan.

Kamu juga bahkan bukan lelaki yang penuh dengan janji. Kamu adalah seseorang yang datang, mendengarkanku bersama setiap keluhan, dan datang bersama solusi berikut tantangan. Tentu saja, aku sangat menghargai itu.

Mari berdoa bersama-sama demi kebaikan dan kesuksesan kita berdua. Perjalanan PhiloCoffee baru akan dimulai sekarang :)

Kamis, 14 Agustus 2014 0 comments

Teruntuk yang termencengangkan

Bagi seseorang yang gemar menulis, biasanya akan sangat mudah menemukan barisan kata dan menyusunnya menjadi rangkaian kalimat yang menggambarkan perasaannya. Bahkan mungkin, saking mudahnya, terkadang kesan yang muncul pada tulisan bisa lebih dalam daripada keadaan sebenarnya.

Entahlah kenapa, tapi kali ini aku merasa sulit menemukan susunan kalimat yang tepat untuk mendeskripsikan apa yang terjadi saat ini.

Mungkin karna lelaki yang baru kukenal dekat 2 bulan belakangan ini adalah sebuah pengecualian.

Jujur saja dulu, aku mengenalnya sebagai orang yang sama sekali jauh dari "future oriented". Yaaaah, teman-teman, dan bahkan diriku sendiri, mengakui bahwa aku gadis yang kerap menilai seorang pria dari orientasinya terhadap masa depan. Lelaki ini, dari luar,, adalah orang yang bisa dibilang banyakan ketawa dibanding seriusnya. Hmmmm...

Ternyata aku sedikit salah. Iya, dia memang lebih banyak bercanda dibanding serius. Dia lebih sering tertawa pada kondisi yang bahkan sebenarnya sulit. Salahku adalah saat mengira dia tak berorientasi pada masa depan. Lelaki ini, jauh diluar penampilannya, telah melihat ke suatu titik yang bahkan jauh dibanding diriku sendiri untuk beberapa aspek.

Hai, pria yang penuh kejutan. Sekalipun diam-diam aku mengharapkanmu untuk melepas 3 buah anting yang bertengger di telingamu suatu hari nanti, sesungguhnya mereka memang membuatmu terlihat keren. Hmmm, tapi tetap, aku masih menunggu kupingmu bebas dari tusukan-tusukan kejam itu :p

Hai pria yang begitu penuh kejutan. Hubungan kita yang masih seumur jagung ini sebenarnya belum pantas untuk dijadikan inspirasiku dalam menulis blog. Tapi seperti yang sering kita bahas secara tiba-tiba, hubungan kita memang bukan hubungan biasa. Sesuatu telah membuat hubungan berumur 2 bulan ini terasa berbeda dan istimewa. Sesuatu yang tak bisa kutemukan jawabannya.

Hai pria yang penuh dengan kejutan. Aku adalah seorang gadis yang berpikiran rumit dengan segala cerita rumit di hidupnya. Prestasimu adalah dapat membuatku begitu terbuka dengan segala cerita hidup yang kupunya, hanya dalam waktu sesingkat ini. Prestasi kedua, adalah menerima mereka semua tanpa ragu.

Hai lelaki yang selalu penuh dengan kejutan. Kamu bukan sosok yang sempurna, begitupun aku. Istimewanya, tak pernah terpikirkan bagi kita berdua untuk mengubah atau bahkan mengutarakan kebaratan atas kekurangan satu sama lain. Hobiku memakai sandal jepit kemana-mana, tak menjadikanmu malu menggandeng tanganku di mal :p

Hai lelaki, yang tak pernah berhenti mengejutkanku. Jalan yang sedang kita lalui saat ini, masih biasa-biasa saja. Mendebarkan, selalu, tetapi masih biasa saja. Ku tahu pasti, suatu hari nanti kita akan menghadapi yang jauh lebih sulit daripada ini. Dan tebak, aku sama sekali tak merasa takut pada mereka. Keberadaanmu sudah cukup hebat untuk membuatku yakin bahwa kita mampu melewati mereka semua.

Dan terakhir, teruntuk lelaki yang tak pernah absen menawarkanku kejutan. Aku tak pernah mampu untuk Mengekpresikan perasaanku secara verbal. Kuharap, tulisan sederhana dan singkat ini dapat mewakili apa yang kurasakan saat ini. Mungkin bisa dibilang kita jauh dari istilah romantis. Bahkan untuk ukuran hubungan sesingkat ini, aku sudah merasa tidak lagi ketergantungan pada lip gloss dan bedak untuk membuatku selalu terlihat segar dimatamu. Kamu, entah dengan cara apa, berhasil membuatku merasa bahwa aku yang biasa-biasa saja ini, adalah wanita yang cantik, tanpa harus menggunakan sekumpulan alat alat kecantikan kimiawi.

Masa depan masihlah sebuah misteri tak terjawab bagiku. Semuanya masih terasa hitam, dengan aku yang saat ini masih merajut cerita demi cerita untuk membuatnya menjadi bercahaya dan berwarna. Dan detik ini, aku bersyukur, bahwa salah satu warna benang rajut terindah yang sedang kujahit, adalah warnamu.

Mimpiku masih tetap ada, begitupun mimpimu. Menyatukan mereka, katamu? Ayo kita coba :)


Omong-omong, selamat 2 bulanan!
Konyol, dalam waktu sesingkat ini aku merasa sudah seperti mengenalmu bertahun-tahun lamanya.
Tak sabar menunggu cerita mendebarkan lainnya setelah ini :)
Jumat, 04 Juli 2014 0 comments

Lisa Nugraha

There will always be a moment in your life, where, you feel like entering that higher stage of relationship with someone. From stranger to friend, from friend to best friend, and from best friend to soulmate.
I experienced a lot of that "from friend to best friend" transition.
Some stays, and some flies away.
And now i'd like to tell about this one. The stay one.

I met her in my first day of college, thought that she is some sort of be-happy-go-lucky kind of person.
She always smiles, like, everytime.
I still cant forget the feeling to get to know her better the first time I see her, the girl with brown hair, glasses, and denim shirt.
Lisa Nugraha.

Yes, this is a story about her, about one of the wisest person I've ever known my entire life.

Hey, how many time in your life do you get a chance to meet someone who is selfless yet principle?
She is so selfless that she barely say no when I need her help. If she is still able to, she absolutely will.
But she can be full of anger whenever she feels like you disrespect her principle.

I always wonder how can one does that kind of thing.

Its always her shouting "so, how is it going?", even when there is nothing to tell anymore.
Its always her laughing at your most corny joke and successfully makes you feel like you are hillarious.
Its always her planning a short escape trip just to find a very little quality time with you.
Its always her, who never bored to listen to your same old boring story and still show more excitement than you.
Its always her, someone that you will never let yourself to hurt or betray.

I always wonder whether I am a good friend to anyone or not.
But I dont know why, and this is pretty serious, she makes me feel like I am the best of the best friend ever exist.

Hey Lisa, I could never stop thanking God for my fate to met you.

Thanks for being such an inspiration :)
You are a really great person, with a unique characteristic and a very humble thoughts.
And you know, with this kind of trait of yours, you will always be remembered :)
I mean it.
And I honestly adore every little inch of you.

From your messed-up best friend.
Love.

Kamis, 19 Juni 2014 1 comments

Expect the least, God has the best plan upon us.

Saking lamanya tidak menulis postingan blog, saya jadi bingung harus menggunakan kata-kata pembuka seperti apa.

Hmmm, langsung saja.

Blog, menurut saya, adalah sebuah versi digital dari semi-diari. Dikatakan semi-diari karna memang isinya tidak se-private diari buku yang bisa digembokin, tapi tetap mengandung kejadian-kejadian ataupun curhatan si penulis yang masih akan bisa dibaca kembali olehnya berpuluh tahun kemudian.

Lalu, kejadian baru apa yang saya alami dan ingin saya ingat?

Dibikin list saja sepertinya.

1. 4 bulan yang lalu, saya memutuskan untuk menyibukkan diri di sebuah kepanitiaan acara kampus, bernama Mbakmi (Malam Bakat dan Kreativitas Mahasiswa Mahasiswi Universitas Bakrie). Di acara itu saya menjabat sebagai koordinator divisi publikasi dan dokumentasi. Yah, kerjaannya nggak jauh-jauh dari yang namanya cuap-cuap mengenai acara itu biar orang-orang pada kepo. Cukup berkesan, sih, pengalamannya. Kenapa? Saya adalah satu-satunya koor yang tidak memiliki background menjadi panitia mbakmi di tahun sebelumnya. Turns out, anggota team saya pun juga begitu. Jadi, ya, kita berlima (Saya, Rizky, Momon, Ucup, dan Millah) semacam kecemplung di sesuatu yang benar-benar baru. Untungnya, karna saya memiliki tim yang kecenya ngalah-ngalahin Teza Sumendra, jadilah kita berhasil memperkenalkan dan mempublikasikan Mbakmi dengan baik :)

2. Semester 6 udah mau berakhir sebentar lagi. Which means, ini adalah saat yang tepat bagi saya dan teman-teman saya untuk mulai panik soal magang. Jadi di Universitas Bakrie itu, ada semacam kewajiban yang harus dilalui oleh mahasiswa yang akan menginjak semester 7, yaitu magang. Magang ini dianggap sebagai salah satu persyaratan mahasiswa untuk memulai skripsi. Jadi ya, kalo lo ga magang, lo ga lulus-lulus.
Sekitar sebulan yang lalu saya udah mulai heboh sana-sini nyari tempat magang yang oke, dan apply ke semuanya, salah satunya ke program TULIP (Toyota University Leadership Internship Program). Program ini diinisiasikan oleh Toyota Astra Motor, salah satu perusahaan idaman di Indonesia. Ya jelas, Toyota adalah brand otomotif nomor 1 di dunia. Sementara, Astra Internasional adalah distributor nomor 1 di Indonesia. Kebayang kan, ketika mereka bergabung jadi satu? :p
Singkat cerita, program tersebut memiliki beberapa tahap seleksi. Screening CV, psikotest, Focus Group Discussion, case presentation, HRD interview, dan user interview.
Awalnya sih iseng nyoba ngirim CV, saya ga begitu minat sama perusahaan ini karna lokasinya yang naujubilah jauh aja. Dari kuningan ke sunter. Taunya dipanggil psikotest. Yaudah ikut, tapi masih nothing to lose dan di awal niatnya cuma pengen nyari pengalaman psikotest.
Setelah ikut psikotest seharian sampe bikin otak hampir jebol, ternyata saya lulus dan lanjut ke tahap selanjutnya, FGD, minggu depannya.
Di tahap ini, masih, saya menerapkan prinsip nothing to lose. Sebegitu santainya saya, sampai-sampai ketika yang lain berusaha tampil resmi dengan kemeja dan bahkan blazer, rok resmi, sepatu rapi dan segalanya, saya hanya bermodalkan jeans dan sweater biru muda. Towewewew. Berani sekali kau anak muda.
Di tahap FGD ini, mungkin karna memang saya berprinsip nothing to lose, jadinya memang saya menjadi agak lebih pede daripada biasanya. Jadilah proses cuap-cuap dalam ruangan FGD yang berisi 8 orang tersebut berjalan lancar. Diskusinya saat itu bertemakan "global warming". Setelah diskusinya selesai, saya tidak sampai menunggu 5 menit untuk melihat hasil siapa yang lolos ke tahap berikutnya. Dan Alhamdulillah, saya diberi kesempatan lagi untuk maju ke tahap selanjutnya. :)
Dari sini, saya mulai menaruh sedikit ekspektasi di perusahaan ini. Memang, program magang yang ditawarkan oleh Toyota Astra Motor ini adalah program magang khusus, dimana peserta akan melewati proses seleksi layaknya pegawai normal, dan akan diproyeksikan untuk menjadi karyawan setelah masa magang. Dan melihat benefit serta pengalaman yang akan saya dapatkan kalau misalnya kerja disini, ya saya ikutan ngiler juga jadinya.

Oke, lanjut.
Selanjutnya, setelah FGD, saya harus melewati tahap presentasi case dan interview HRD. Yang mana, perusahaan sengaja untuk memberikan case tersebut 20 JAM SEBELUMNYA. Masih ingat betapa ringkihnya otak saya ketika berusaha menganalisa case dan mempersiapkan presentasi semalam suntuk :')
Kembali lagi, ketika semua orang tampil niat dan wah dengan setelan kemeja blazer jas pantofel dan semua tetek bengek resmi tersebut, saya entah kenapa tampil menggunakan boyish pants berwarna orange, dan kemeja biru, serta sepatu keds berwarna coklat. Entah apa yang salah dengan otak saya.
Singkat cerita, presentasi di depan peserta dan HRD berjalan cukup lancar, walaupun saya adalah satu-satunya peserta yang slidenya paling tidak formal. Yakaliiiiii, slide buat Toyota tapi ada kupu-kupunya. Piye toh, Nick?!!!!!! *emosi ngeliat kebegoan diri sendiri*
Setelah melakukan presentasi, saya lanjut menjalani interview HRD. Nah, ini adalah bagian yang paling menyenangkan buat saya. Entah kenapa, saya sangat suka melakukan inter iew. Entah itu diinterview oleh perusahaan, ataupun menginterview orang lain (sebelumnya saya pernah magang menjadi HRD dan menginterview orang). Dan interview saya hari itu pun berjalan dengan sangat baik.

Nah, selanjutnya apa? Yak, menunggu panggilan untuk ke tahap selanjutnya yang adalah tahap terakhir, yaitu interview user.

Ternyata dipanggil! Bahagia sih, bahagia banget bahkan. Karna itu artinya saya selankah lagi menuju dunia permagangan. After all this timeeeeeeee~~~~ *nyanyi sumbang*

Nah, pada saat interview user, saya berusaha untuk mengembalikan otak pada posisi yang benar. Jadilah saya datang dengan setelan resmi. Rok, kemeja, dan flat shoes. Yeeyyyyyyyyyyyyy.

Tapi bukan Nicky namanya kalau gak ada sialnya di setiap kejadian.
Pada hari dimana saya melakukan interview user, saya sedang sakit. Flu berat, ditambah dengan batuk parah, dan dilengkapi dengan muntah-muntah setiap saat. Pokoknya, saya keliatan ga jauh beda sama fauna-fauna yang udah uzur. Renta, pucet, jelek, suara bindeng, ingus kemana-mana. Batuk membahana. Duh, parah.
Seolah-olah itu belum cukup parah, saya pake muntah segala dulu semenit sebelum memasuki ruangan manajernya. Oh God, why? :')
Setelah memasuki ruangan manager, si bapak manager langsung tau kalau saya sedang sakit. Ya orang pembawaannya ringkih sedih begitu. Pantes aja.

Akhirnya, saya mencoba memaksakan diri untuk berkonsentrasi dengan jalannya interview. Awalnya si bapak manager dan ibu head division menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan saya, seperti pengalaman kepanitiaan dan lainnya, itu saya masih bisa jawab dengan anteng.
Gak lama kemudian, mulailah bapak manajer menjelaskan mengenai divisinya sendiri. Oh iya, btw, saya diinterview oleh manajer marketing.
Dan detik pada saat bapak manajer tersebut menjelaskan marketing division di perusahaan Toyota Astra Motor, saya mulai kehilangan konsentrasi. Ngantuk, pusing, mual, nyampur jadi satu. Jadi saya cuma bisa ngangguk-ngangguk khidmat aja selama doi menjelaskan. Hingga tetiba si bapak menajer bertanya,
"Jadi, dari penjelasan saya tadi, kamu minat di marketing bagian mana?"

JEGERRRRRRRRRR. Pak, ampun pak, saya ga dengerin dengan baik :''''(

Dan tindakan penyelamatan diri tercepat yang bisa saya lakukan saat itu adalah dengan menjawab sesingkat-singkatnya.
"Yang terakhir, pak."

Persis jawaban orang-orangan sawah.

"Yang terakhir? Kenapa menurut kamu itu lebih baik daripada 2 lainnya?"

Jeger. Lagi.

"Uhh... hmmmm. Mmmmmm.... karna saya menyukai bidangnya, pak. Saya memang lebih suka menganalisa secara kualitiatif daripada harus berkutat dengan angka."

Untungnya, saya mendengar sangat sedikit sekali dari penjelasan si bapak manajer.

"Baiklah, setelah ini kamu akan kami kabari."

Setelah itu, interview selesai. Entahlah, di perjalanan pulang diatas bis kota, rasanya pengen nangis. Udah sejauh ini, masa gak diterima karna lagi sakit dan terlihat super bego?

Namun, Tuhan berkata lain. Setelah saya transit di senen dan naik kopaja, baruuuu aja duduk, tiba-tiba perusahaan langsung menelfon saya dan menyatakan kalau saya DITERIMA untuk magang di Toyota Astra Motor. :)

Alhamdulillah, God always has the best plan upon me. Just when I expect something to least, I got it. It doubles the happiness. And this achievement, for me, is dedicated to the top 2 person that I can't stand on myself without. My mom and dad. Seeing all their responses when I gave them the good news, always completes me as a happy child.

Dan magangnya baru akan dimulai awal bulan juli depan. Super deg-degan dan excited di waktu bersamaan :)

Sekian dulu updatean untuk sekarang. Cerita selanjutnya menyusul ya, guys. Ciao! :)

Jumat, 02 Mei 2014 0 comments

For a very happy ending.

Saat ini, adalah saat paling tepat untukmu berfokus pada diri sendiri. Fokus memperbaiki diri, fokus menyibukkan diri dengan segala hal yang bermanfaat, dan mencoba hal baru.
Fokuslah untuk itu semua, tapaki setiap jalannya, jalan yang mungkin akan menuntunmu kepada dia.
Fokuslah.
Agar dia teryakinkan bahwa waktu yang kamu punya saat ini adalah waktu yang kamu manfaatkan untuk menjadi kamu yang (sudah) hebat pada saat itu, bukan waktu yang kamu habiskan bersama orang yang salah.

Fokus, dan yakinlah, kesuksesan dan kebahagiaan itu akan datang. Dengan cara yang beribu-ribu kali lebih indah dari mimpi terbaikmu. :)

Senin, 07 April 2014 0 comments

Hujan

Halo, hujan :)

Apa kabar? Semoga kau baik-baik saja. 
Kabarku juga begitu. Disini sedang cerah-cerahnya. Matahari tak pernah bosan menyapaku setiap pagi.

Membisikkanku bahwa pagi sudah menjelang, saatnya bersiap-siap.
Menemani kejaran-kejaran kecil di siang hari, demi tepat waktunya kedatanganku ke apapun itu.
Bahkan meninggalkanku dengan semburat oranye yang tak lama kemudian dijemput malam.

Hujan, semoga aku tak bosan.
Keadaan saat ini begitu tentram. Aku hampir tak pernah lagi waspada. Aku mulai kurang peduli.

Aku takut, suatu hari, cerah yang terlalu kunikmati menjadi membosankan. Atau, parahnya lagi, menjadi panas hingga membakarku ke pori-pori.

Hei, aku merindukanmu, hujan.

Sekalipun trauma yang kau timbulkan saat itu masih jernih dalam ingatanku. Amukanmu luar biasa.


Kumohon, meredalah. Untukku. 


Dan semoga semesta mengizinkan kita bertemu kembali. 
Sabtu, 01 Maret 2014 0 comments

Perfect life doesn't exist

Born in a small beautiful town among a very romantic family -smart mom and funny dad, and an older brother who would sacrifice his life to protect me from the world's cruelty.
Get anything that I want from my dad, even the silliest one. Have a very attentive mom that I even tell her the most unimportant problem of mine. Make it to be the number 1 in school, also with a very supportive and care friends.
Date a nice and hillarious and very smart guy in town who will sing me a song with a guitar in his hand, and a cute smile on his face. We are dating like several years but everyday feels like the first day we meet each other. There is always something new to do, to talk, to laugh at. I love him.
Get into a very famous university abroad with a scholarship. Hardship will never lie.
Being proposed by my first love in a beyond romantic way, Oh God what else do I want in this world.
Being married to a guy that has been in my dream for couple of years. My soulmate. Our honeymoon is called "kissing around the world".
Give birth to a very cute tiny girl, named Mikhaila. She is going to be smart and beautiful.

----------------------------

It seems like a very perfect story, doesnt it? Of course that is not real. No one in this world would be able to have that kind of dreamed life.

The world is so full of surprise. Some might be happiness, some might be trouble.
The interesting part about it is that you dont know which part you get into the next second. The best thing you can do is just enjoying the present as much as possible as well as pursuing whatever you want in your point of view about happiness.

How about me? I'm not much of a dreamer, actually.
I have been through a lot in my life. I mean, a lot. There are several occurence that actually build this very skeptikal trait of mine. For whatever it is, I am now a very skeptikal person. I believe in happiness, i do. But I dont expect much from it.
I dont really believe in faith. Not that I step over God's will, I'm just pretty sure that whatever happen in your life now, there is always something to do with your past. It is something in your past that creates the "now". It is either yourself a month ago, 3 years ago, or even your mom or dad 20 years ago. They all took an important role on how your character were build, on how big your problem is, or on how much in a happiness you are.

And now that im thinking about it, I would say that I dont want to have a bad future just because I cant manage to have some good effort in the present.
But, who am I to decide it all? God creates another person for a reason.
They, people, are one of the externalities that would potentially change my projected future. No matter how I perfectly picture it in my head, other people will always there to drive it different route. And what's in for me?

Nothing. I should be the master of my own future. That is what I should say to myself, right?
But here I am. Writing in the middle of the night, with a very random thoughts about future and every possibilities that could potentially destroy it. Or beautify it.
It is of course, non sense at all.

Now i'm getting sillier. I guess I should end this post. I actually think about something that practically dont need to be thought of.

I guess I just have to enjoy life more. For whatever it hides, I will try my best to live present as much as I hope it would lead to a better future of mine.
At least much much better than the past that I had. Amin :)

Jumat, 07 Februari 2014 0 comments

Mama.... cinta itu apa, sih?

"Mama, cinta itu apa sih?"

"Cinta itu adalah perasaan yang muncul dari dalam diri manusia, yang kadang membutakan nalar dan logika mereka, demi bisa berjalan bersama dengan orang yang menjadi subjek perasaan tersebut."

"Ooh gitu. Terus, kenapa mama dan papa bercerai?"

".................... ceritanya panjang, nak."

"Tapi mama masih peduli nggak sama papa?"

"Jujur saja, masih."

"Aku mulai nggak ngerti. Kalo cinta itu perannya memang begitu hebat, harusnya perpisahan bahkan nggak masuk ke dalam opsi."

"Kamu akan mengalaminya sendiri nanti. Ketika kamu sudah beranjak dewasa, ada masalah krusial diluar cinta yang memiliki dampak sama besarnya terhadap hidup mama, papa, kamu, kita semua. Yang hanya bisa dipecahkan dengan perpisahan."

"Aku nggak mau nikah aja kalo gitu."

"Loh, kenapa?"

"Karna aku nggak bisa membayangkan masalah sebesar apa yang bahkan bisa menghancurkan ikatan cinta yang sudah lama terjalin, yang bahkan sudah menghasilkan buah hati, seseorang yang seharusnya bisa jadi pengikat terbesar. Kalau keberadaanku saja bahkan tidak cukup menjadi alasan untuk bertahan, aku tidak berani membayangkan masalah sebesar apa yang dulu menimpa mama dan papa."

"...................."

"Aku nggak mau nikah aja."

Minggu, 26 Januari 2014 0 comments

What is love, anyway?

Hi, this is me writing out of random situation. I just like suddenly got the mood to write and hell no way I'm gonna waste this rare chance :p

I'm just suddenly in the pace of flooding myself with thoughts about love.
Lame, isn't it?
Well, I gotta admit that for love, as much as it made me happy, I've also been hurt many times.
I've been the witness of some deeply bitter love experience in others, and thus I dont want the same thing happen to me.
But you know what? Love is just too addicted for someone who felt it once. And the first time one gets the chance to feel it is the first time they see their parents's faces.
What is love, anyway?
Well, 2 billion heads in this huge world can have a significantly different perception about it.
It is, for me, an abstract substance which existence lays merely inside a living's scheme.
It doesnt have a surface, weight, height, depth, or simply a form, yet its power already ruled the world since it was created.
We are the hundredth generation to feel this feeling. And there are still hundredth generation to come to get the same thing.
So why bother teoritizing love since we have so little time to live?
Why dont we just enjoy it as a life's complimentary and deal with everything it causes happily?
Aren't we too dumb to spend most of our time thinking what love means and what love should be?
You won't even have the answer towards this; were love created to bring happiness or sorrowness?
We normal people are always be the ones to feel, deal with it.
God created love for a reason. But not to make us miserable, it's just us people who drives His blessing wrong way and turn it out to be a curse for our life.

Hey, buddy. Remember, 100 years won't be enough for you to find out what love means. A lifetime will only be a waste if you keep teoritizing love and lean on your own theory.
Stop making a border.
Love isn't something to be explained. It isn't something to be disturbed.
Let it be a sacred word to read, a moment to feel, or even a glass of hot chocolate to drink.
Just enjoy your moment, let yourself free from those useless burden that keep u from smiling, and love.
Love everything like you dont even know what love is.
Love something without any reason. Be happy if you are close to it.
Love and be happy.

And most importantly, love yourself as if it is the center of your happiness. Cause the moment where you put a little doubt in yourself is when you start to torture ur own life by admitting that you aren't love you enough.

You are stronger than the whole world can yell at you that you are.
Cheers :)

Senin, 13 Januari 2014 0 comments

A little too often

I just dont know how to live appropriately right now. Its like i keep finding myself overly thinking about everything; how I should act, how I respond to something, how I manage to be a good person from everyone else's eyes, et cetera. That its all somehow collide and mixed everything up and put me in a terrible ending.
Why am I hardly to be my own self?

Why am I having this disease? I cant enjoy every second in my life.

My only one God, You do know exactly what's best for me that I might not ever known.
I can't even guess when I'd take my last breath.
And yes, since i've been so uncomfortable lately, my mind is all a mess.

Since there is no one to tell (well, the problem is in me, me myself cant even get to the answer), let me just hope for a very soon ending of this drama :)

 
;