Kamis, 19 Juni 2014

Expect the least, God has the best plan upon us.

Saking lamanya tidak menulis postingan blog, saya jadi bingung harus menggunakan kata-kata pembuka seperti apa.

Hmmm, langsung saja.

Blog, menurut saya, adalah sebuah versi digital dari semi-diari. Dikatakan semi-diari karna memang isinya tidak se-private diari buku yang bisa digembokin, tapi tetap mengandung kejadian-kejadian ataupun curhatan si penulis yang masih akan bisa dibaca kembali olehnya berpuluh tahun kemudian.

Lalu, kejadian baru apa yang saya alami dan ingin saya ingat?

Dibikin list saja sepertinya.

1. 4 bulan yang lalu, saya memutuskan untuk menyibukkan diri di sebuah kepanitiaan acara kampus, bernama Mbakmi (Malam Bakat dan Kreativitas Mahasiswa Mahasiswi Universitas Bakrie). Di acara itu saya menjabat sebagai koordinator divisi publikasi dan dokumentasi. Yah, kerjaannya nggak jauh-jauh dari yang namanya cuap-cuap mengenai acara itu biar orang-orang pada kepo. Cukup berkesan, sih, pengalamannya. Kenapa? Saya adalah satu-satunya koor yang tidak memiliki background menjadi panitia mbakmi di tahun sebelumnya. Turns out, anggota team saya pun juga begitu. Jadi, ya, kita berlima (Saya, Rizky, Momon, Ucup, dan Millah) semacam kecemplung di sesuatu yang benar-benar baru. Untungnya, karna saya memiliki tim yang kecenya ngalah-ngalahin Teza Sumendra, jadilah kita berhasil memperkenalkan dan mempublikasikan Mbakmi dengan baik :)

2. Semester 6 udah mau berakhir sebentar lagi. Which means, ini adalah saat yang tepat bagi saya dan teman-teman saya untuk mulai panik soal magang. Jadi di Universitas Bakrie itu, ada semacam kewajiban yang harus dilalui oleh mahasiswa yang akan menginjak semester 7, yaitu magang. Magang ini dianggap sebagai salah satu persyaratan mahasiswa untuk memulai skripsi. Jadi ya, kalo lo ga magang, lo ga lulus-lulus.
Sekitar sebulan yang lalu saya udah mulai heboh sana-sini nyari tempat magang yang oke, dan apply ke semuanya, salah satunya ke program TULIP (Toyota University Leadership Internship Program). Program ini diinisiasikan oleh Toyota Astra Motor, salah satu perusahaan idaman di Indonesia. Ya jelas, Toyota adalah brand otomotif nomor 1 di dunia. Sementara, Astra Internasional adalah distributor nomor 1 di Indonesia. Kebayang kan, ketika mereka bergabung jadi satu? :p
Singkat cerita, program tersebut memiliki beberapa tahap seleksi. Screening CV, psikotest, Focus Group Discussion, case presentation, HRD interview, dan user interview.
Awalnya sih iseng nyoba ngirim CV, saya ga begitu minat sama perusahaan ini karna lokasinya yang naujubilah jauh aja. Dari kuningan ke sunter. Taunya dipanggil psikotest. Yaudah ikut, tapi masih nothing to lose dan di awal niatnya cuma pengen nyari pengalaman psikotest.
Setelah ikut psikotest seharian sampe bikin otak hampir jebol, ternyata saya lulus dan lanjut ke tahap selanjutnya, FGD, minggu depannya.
Di tahap ini, masih, saya menerapkan prinsip nothing to lose. Sebegitu santainya saya, sampai-sampai ketika yang lain berusaha tampil resmi dengan kemeja dan bahkan blazer, rok resmi, sepatu rapi dan segalanya, saya hanya bermodalkan jeans dan sweater biru muda. Towewewew. Berani sekali kau anak muda.
Di tahap FGD ini, mungkin karna memang saya berprinsip nothing to lose, jadinya memang saya menjadi agak lebih pede daripada biasanya. Jadilah proses cuap-cuap dalam ruangan FGD yang berisi 8 orang tersebut berjalan lancar. Diskusinya saat itu bertemakan "global warming". Setelah diskusinya selesai, saya tidak sampai menunggu 5 menit untuk melihat hasil siapa yang lolos ke tahap berikutnya. Dan Alhamdulillah, saya diberi kesempatan lagi untuk maju ke tahap selanjutnya. :)
Dari sini, saya mulai menaruh sedikit ekspektasi di perusahaan ini. Memang, program magang yang ditawarkan oleh Toyota Astra Motor ini adalah program magang khusus, dimana peserta akan melewati proses seleksi layaknya pegawai normal, dan akan diproyeksikan untuk menjadi karyawan setelah masa magang. Dan melihat benefit serta pengalaman yang akan saya dapatkan kalau misalnya kerja disini, ya saya ikutan ngiler juga jadinya.

Oke, lanjut.
Selanjutnya, setelah FGD, saya harus melewati tahap presentasi case dan interview HRD. Yang mana, perusahaan sengaja untuk memberikan case tersebut 20 JAM SEBELUMNYA. Masih ingat betapa ringkihnya otak saya ketika berusaha menganalisa case dan mempersiapkan presentasi semalam suntuk :')
Kembali lagi, ketika semua orang tampil niat dan wah dengan setelan kemeja blazer jas pantofel dan semua tetek bengek resmi tersebut, saya entah kenapa tampil menggunakan boyish pants berwarna orange, dan kemeja biru, serta sepatu keds berwarna coklat. Entah apa yang salah dengan otak saya.
Singkat cerita, presentasi di depan peserta dan HRD berjalan cukup lancar, walaupun saya adalah satu-satunya peserta yang slidenya paling tidak formal. Yakaliiiiii, slide buat Toyota tapi ada kupu-kupunya. Piye toh, Nick?!!!!!! *emosi ngeliat kebegoan diri sendiri*
Setelah melakukan presentasi, saya lanjut menjalani interview HRD. Nah, ini adalah bagian yang paling menyenangkan buat saya. Entah kenapa, saya sangat suka melakukan inter iew. Entah itu diinterview oleh perusahaan, ataupun menginterview orang lain (sebelumnya saya pernah magang menjadi HRD dan menginterview orang). Dan interview saya hari itu pun berjalan dengan sangat baik.

Nah, selanjutnya apa? Yak, menunggu panggilan untuk ke tahap selanjutnya yang adalah tahap terakhir, yaitu interview user.

Ternyata dipanggil! Bahagia sih, bahagia banget bahkan. Karna itu artinya saya selankah lagi menuju dunia permagangan. After all this timeeeeeeee~~~~ *nyanyi sumbang*

Nah, pada saat interview user, saya berusaha untuk mengembalikan otak pada posisi yang benar. Jadilah saya datang dengan setelan resmi. Rok, kemeja, dan flat shoes. Yeeyyyyyyyyyyyyy.

Tapi bukan Nicky namanya kalau gak ada sialnya di setiap kejadian.
Pada hari dimana saya melakukan interview user, saya sedang sakit. Flu berat, ditambah dengan batuk parah, dan dilengkapi dengan muntah-muntah setiap saat. Pokoknya, saya keliatan ga jauh beda sama fauna-fauna yang udah uzur. Renta, pucet, jelek, suara bindeng, ingus kemana-mana. Batuk membahana. Duh, parah.
Seolah-olah itu belum cukup parah, saya pake muntah segala dulu semenit sebelum memasuki ruangan manajernya. Oh God, why? :')
Setelah memasuki ruangan manager, si bapak manager langsung tau kalau saya sedang sakit. Ya orang pembawaannya ringkih sedih begitu. Pantes aja.

Akhirnya, saya mencoba memaksakan diri untuk berkonsentrasi dengan jalannya interview. Awalnya si bapak manager dan ibu head division menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan saya, seperti pengalaman kepanitiaan dan lainnya, itu saya masih bisa jawab dengan anteng.
Gak lama kemudian, mulailah bapak manajer menjelaskan mengenai divisinya sendiri. Oh iya, btw, saya diinterview oleh manajer marketing.
Dan detik pada saat bapak manajer tersebut menjelaskan marketing division di perusahaan Toyota Astra Motor, saya mulai kehilangan konsentrasi. Ngantuk, pusing, mual, nyampur jadi satu. Jadi saya cuma bisa ngangguk-ngangguk khidmat aja selama doi menjelaskan. Hingga tetiba si bapak menajer bertanya,
"Jadi, dari penjelasan saya tadi, kamu minat di marketing bagian mana?"

JEGERRRRRRRRRR. Pak, ampun pak, saya ga dengerin dengan baik :''''(

Dan tindakan penyelamatan diri tercepat yang bisa saya lakukan saat itu adalah dengan menjawab sesingkat-singkatnya.
"Yang terakhir, pak."

Persis jawaban orang-orangan sawah.

"Yang terakhir? Kenapa menurut kamu itu lebih baik daripada 2 lainnya?"

Jeger. Lagi.

"Uhh... hmmmm. Mmmmmm.... karna saya menyukai bidangnya, pak. Saya memang lebih suka menganalisa secara kualitiatif daripada harus berkutat dengan angka."

Untungnya, saya mendengar sangat sedikit sekali dari penjelasan si bapak manajer.

"Baiklah, setelah ini kamu akan kami kabari."

Setelah itu, interview selesai. Entahlah, di perjalanan pulang diatas bis kota, rasanya pengen nangis. Udah sejauh ini, masa gak diterima karna lagi sakit dan terlihat super bego?

Namun, Tuhan berkata lain. Setelah saya transit di senen dan naik kopaja, baruuuu aja duduk, tiba-tiba perusahaan langsung menelfon saya dan menyatakan kalau saya DITERIMA untuk magang di Toyota Astra Motor. :)

Alhamdulillah, God always has the best plan upon me. Just when I expect something to least, I got it. It doubles the happiness. And this achievement, for me, is dedicated to the top 2 person that I can't stand on myself without. My mom and dad. Seeing all their responses when I gave them the good news, always completes me as a happy child.

Dan magangnya baru akan dimulai awal bulan juli depan. Super deg-degan dan excited di waktu bersamaan :)

Sekian dulu updatean untuk sekarang. Cerita selanjutnya menyusul ya, guys. Ciao! :)

1 komentar:

muhammad abaz mengatakan...

Cerita yang menarik dan sangat bermanfaat, Semoga Sukses selalu, salam hangat dari kami yang juga pernah magang di Tempat Magang Di Jogja :D

Posting Komentar

 
;