Menurut pendapat mayoritas, angka 21 tahun dapat dibilang sebagai angka yang "melegalkan" seseorang. Legal dalam artian si empunya umur akhirnya dapat menjalani hidupnya sesuai keinginannya tanpa harus terikat persetujuan orang tua terlebih dahulu, seperti sebelumnya. Dan tentu saja, setiap keinginan dibarengi dengan tanggung jawab dan resiko yang akan ditanggung sendiri oleh pemilik usia.
Lalu, kenapa harus 21?
Memangnya sepenting apa sih peran angka 21 di hidup seseorang?
Berkaca dari pendapat mayoritas tersebut, harusnya cukup jelas tergambar betapa pentingnya usia 21 tahun dalam hidup seseorang. Usia yang masih terbilang cukup muda untuk mendefinisikan siapa dirimu, namun cukup dewasa untuk menentukan kemana kamu akan melangkah setelah ini. Usia yang, seharusnya, menjadi jembatan antara ketidakadaan hingga adanya tujuan hidup yang jelas.
21 tahun. Ya, hari ini aku genap berusia 21 tahun. Entahlah, biasanya saat berulang tahun, aku akan sibuk memikirkan wishes list atau semacam resolusi untuk usiaku yang baru, yang tentu saja, jarang terjadi. Namun, berbeda dengan tahun ini, keinginanku amat sangat sederhana. Jauh lebih sederhana daripada keinginanku di ulang tahun ke-5.
1. Menjadi seseorang yang berguna untuk sekitarnya. Dapat menjadi teman yang mampu memunculkan tawa bahagia orang didekatnya, ataupun tidak, dapat menghapus kesedihan yang dirasakan mereka.
2. Mampu menjadi orang yang lebih bersyukur dan menghargai setiap hal. Dimulai dari rezeki, kebahagiaan, bahkan ujian.
3. Mampu menyayangi orang yang menyayangiku tanpa alasan. Berjanji untuk tidak meninggalkan mereka sendirian, karna itu pasti rasanya menyakitkan.
4. Mampu menjalani setiap peran dalam hidupku dengan sebaik-baiknya. Sebagai seorang hamba Allah, seorang anak bagi ibu dan ayahku, seorang teman bagi sahabatku, seorang rekan bagi teman bisnisku, seorang pengusaha kecil, dan seorang pelengkap hidup bagi lelakiku.
Sudah, itu saja. Tak ada materi ataupun keinginan muluk-muluk. Terakhir, semoga aku masih diberi kesempatan untuk merasakan usia ke 22 tahun, dan melihat seberapa jauh resolusi tersebut terlaksana.
Amini saja dulu.
Selamat pagi, 21 :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar