Hmmm... Mulai dari mana, ya? Intinya, melihat ke belakang, banyak sekali yang berubah dalam hidupku. Super banyak. Beberapa adalah kemajuan, dan beberapa lainnya kemunduran. Well....... Aku harus akui itu, kan?
Tahun 2015 ini, aku dan Ibnu sangat disibukkan oleh coffee shop yang kami dirikan. Dari mulai sebuah gerobak sederhana pada tahun lalu, sekarang, Alhamdulillah, meningkat menjadi sebuah cafe di daerah Cipinang, Jakarta Timur. Kalau harus diceritakan, banyak sekali tenaga, waktu, pikiran, dan uang yang dikorbankan untuk ini. Dari yang tadinya bisa jalan-jalan di Mal dua kali seminggu untuk nonton film terbaru dan makan di cafe-cafe kapitalis mahal tapi enak, sekarang harus puas dengan jalan-jalan sebentar sekali dua minggu, dan makan di warteg sekitar coffee shop kami. Dari yang sebelumnya secara impulsif bisa mendadak berlibur ke luar kota, atau bangun sesiang mungkin, sekarang untuk tidur saja setiap harinya kurang dari 6 jam. Dari yang setiap tanggal 15 mengucapkan happy monthversarry dan merayakan kecil-kecilan dengan melakukan beberapa hal seru, sekarang ingat saja sudah syukur. Ya, begitulah.
Belum lagi perdebatan-perdebatan dari kecil hingga besar yang menyambut kami setiap harinya, setelah berlelah-lelah seharian melayani pelanggan. Percayalah, melakoni bisnis sebesar ini, diusia seperti ini, adalah hal yang cukup membuat gila. Tapi, banyak sekali pelajaran baru yang kami dapatkan setiap harinya. Semakin kesini, aku semakin banyak tahu sisi menarik dari secangkir kopi. Semakin hari, kami semakin paham cara-cara menjalankan bisnis yang baik dan semua pengalaman itu rasanya luar biasa menyenangkan.
Aku tidak pernah mengatakan ini mudah, tapi ini sepadan. Semua hal yang kami berdua lakukan dan korbankan, begitu setimpal dengan apa yang kami dapatkan. Perlahan, The Godbrewer mulai mendapatkan tempat di hati pelanggan. Dari awal kali buka pada bulan Juni lalu, sudah ada beberapa perkembangan meskipun perlahan. Interior design yang mulai terlihat semakin mantap, pilihan menu yang semakin variatif, dan fasilitas-fasilitas lain seperti wi-fi, televisi untuk nobar, dan yang lainnya yang akan segera menyusul.
Menjalankan bisnis itu hampir seperti melakukan permainan judi. Kita memiliki hak penuh untuk melakukan langkah apapun yang kita inginkan, tapi kendali dari siapapun. Terkadang, kalau sudah paham betul taktiknya, memenangkan judi tersebut adalah hal yang mudah. Namun tak peduli seberapa hebatnya kamu dalam bermain, tetap saja akan ada faktor x yang berpotensi meraup semua uangmu. Disini aku dan Ibnu memutuskan untuk benar-benar bekerja keras dan menyerahkan semua hasilnya pada Tuhan. Untuk menyederhanakannya, saat ini pengalaman yang kami miliki merupakan harta tidak ternilai yang pernah kami dapatkan.
| First day of opening |
| Behind the Bar |
| Outdoor Room |
| The Latte |

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact