Kamis, 30 Oktober 2014 0 comments

Ibnu.

Kapan terakhir kalinya kamu mengalami hari terbaik dalam hidupmu? Kapan terakhir kalinya kamu merasa begitu disayangi oleh seseorang? Begitu dipedulikan? Begitu....... Dianggap berharga?

Kemarin. Jawabanku adalah kemarin. Tepat di usiaku yang genap 21 tahun, aku mengalami hari terindah sepanjang hidupku. Aku merasakan perasaan sayang dan peduli yang teramat besar, bahkan mungkin lebih dari yang pantas kudapatkan.

28 Oktober 2014 - 11.30 PM
Dia datang menjemputku ke kosan. Membuatku terheran-heran, kok ya datangnya 1,5 jam lebih awal. Bukankah normalnya pintuku baru diketuk tepat pukul 12 malam bersamaan dengan lilin dan kue? Tapi, ya, begitulah dia. Lengkap bersama sejuta kejutannya.

29 Oktober - 00.00
"Happy birthday to youuuu! Bentar yaaa aku ambilin kue."
Ucapnya riang (sebenarnya, lebih terlihat seperti asik sendiri :p), sebelum menyalakan lilin di atas cake red velvet mini. Kutiup lilin tersebut, lupa sama sekali melakukan ritual wajib yaitu make a wish :(

"Aku punya sesuatu untuk kamu." Katanya seraya mengambil sebuah bingkisan berisi tas berwarna kesukaanku dari jok belakang mobil. Dan, yah, sudah lama sekali aku menginginkan sebuah tas yang lebih besar untuk kubawa kemana-mana. Senang sekali rasanya.

"Besok malam kita dinner yah. Pake formal attire."
"Hmmm... Aku ga punya formal attire deh kayanya."
"Yaudah. Kalo gitu besok pake ini yah."
Sebuah hadiah manis lagi. Blazer lucu berwarna baby blue. Lagi-lagi, warna kesukaanku.

Setelahnya kita foto-foto.




29 Oktober 2014 - 20.30

Hari ulang tahunku bertepatan (lagi) dengan hari ujian tengah semester. Kebetulan ujian hari itu dijadwalkan malam hari. 
Selesai ujian, aku menunggunya di salah satu minimarket di sekitaran kampus. Begitu dia datang, begitu saja kepalaku diikat dengan sebuah kain penutup mata. Dan aku ditarik cukup lama hingga kepusingan, ke sebuah tempat di belakang kampus.

Sesampainya disana, penutup mataku dibuka. Dan yang kulihat adalah apa yang tak pernah kuekspektasikan sebelumnya.

Seluruh teman-teman dikampusku, lengkap dengan kue, topi ulang tahun, kembang api dan sebagainya. 
Aku tidak tahu harus berekspresi seperti apa saat itu.

Full team❤️

With meneboys❤️

With some of the girls❤️

Name this all you want. I call them my gotham❤️

Lovely juniors❤️

Kostmates❤️

Entah bagaimana caranya, dia begitu berhasil mengabulkan permintaan terbesar untuk hari ulang tahunku; berada di sekitar orang-orang yang kusayangi.
Usahanya untuk membawa mereka berkumpul demi sebuah perayaan mendadak, di tengah-tengah ujian semester, bagiku terlihat jauh lebih romantis daripada puisi manapun.

Muka kucel tiada tara❤️



Kukira semua berakhir disana. Ternyata tidak.
"Kayanya kamu cocok kalo pakai ini. Dipakai yaaa." Ucapnya, sembari menyodorkan sebuah sepatu converse berwarna, lagi-lagi, lucu. Entahlah aku harus berkata apa lagi.



Terima kasih, kamu :)
Hariku tidak bisa lebih indah lagi.


30 Oktober - 4.30 pm

Dinner yang dijanjikan tiba! 
Makan malam di sebuah cafe yang tergolong cukup fancy, apalagi untuk seukuran anak kuliahan. Well, it's quite a big pleasure of mine to see him treating me like a lady.
A rose from a gentleman :)

We look cute together, right?



Ya. Aku bahagia. Dan sungguh, kukira semua berakhir disana. Ternyata......



.............
"Kalau masih ada kado lagi, aku jantungan."


Selesai. Begitulah.

Hai kamu, pria yang baru saja hadir di hidupku. 4 bulan belumlah bisa dikatakan lama. Tetapi, entah dengan cara apa, kamu berhasil membuatku merasa sudah mengenalmu bertahun lamanya.
Hadiah-hadiah darimu banyak sekali jumlahnya. Hadiah yang, selain melengkapi kebutuhanku, juga memenuhi selera dan keinginanku di setiap detailnya. Hal sederhana yang menunjukkan kebesaran pedulimu.
Tapi diatas semua itu, jauh sekali diatas semua itu, aku sedang berterima kasih pada Tuhan karna telah membuatku merasa sangat disayang oleh makhluknya. 
Terima kasih, atas usaha kerasmu untuk memenuhi keinginan sederhanaku.

Mungkin, sepuluh tahun dari sekarang, tidak lagi akan kita rasakan momentum seperti ini. 10 tahun dari sekarang, mungkin hanya akan ada kita berdua, atau bertiga, atau berempat, bersama-sama saling mendoakan dan mensemogakan untuk kebahagiaan bersama. Mungkin nanti, hal sesederhana doa sudah cukup bagi kita berdua.

Aku tak pernah berhenti mendoakanmu untuk selalu bahagia. Mendoakan kita. Mendoakan masa depan yang belum pasti, namun kuharap namamu akan selalu ada disana.
Terima kasih telah memberiku sebuah hari yang benar-benar istimewa. Hadiah terindah dari semuanya.

Terima kasih, kamu :)


❤️❤️❤️❤️❤️❤️






Selasa, 28 Oktober 2014 0 comments

Selamat datang, 21 :)

Apa sih, artinya umur 21 tahun bagimu?
Menurut pendapat mayoritas, angka 21 tahun dapat dibilang sebagai angka yang "melegalkan" seseorang. Legal dalam artian si empunya umur akhirnya dapat menjalani hidupnya sesuai keinginannya tanpa harus terikat persetujuan orang tua terlebih dahulu, seperti sebelumnya. Dan tentu saja, setiap keinginan dibarengi dengan tanggung jawab dan resiko yang akan ditanggung sendiri oleh pemilik usia.

Lalu, kenapa harus 21?
Memangnya sepenting apa sih peran angka 21 di hidup seseorang?

Berkaca dari pendapat mayoritas tersebut, harusnya cukup jelas tergambar betapa pentingnya usia 21 tahun dalam hidup seseorang. Usia yang masih terbilang cukup muda untuk mendefinisikan siapa dirimu, namun cukup dewasa untuk menentukan kemana kamu akan melangkah setelah ini. Usia yang, seharusnya, menjadi jembatan antara ketidakadaan hingga adanya tujuan hidup yang jelas.

21 tahun. Ya, hari ini aku genap berusia 21 tahun. Entahlah, biasanya saat berulang tahun, aku akan sibuk memikirkan wishes list atau semacam resolusi untuk usiaku yang baru, yang tentu saja, jarang terjadi. Namun, berbeda dengan tahun ini, keinginanku amat sangat sederhana. Jauh lebih sederhana daripada keinginanku di ulang tahun ke-5.

1. Menjadi seseorang yang berguna untuk sekitarnya. Dapat menjadi teman yang mampu memunculkan tawa bahagia orang didekatnya, ataupun tidak,  dapat menghapus kesedihan yang dirasakan mereka.
2. Mampu menjadi orang yang lebih bersyukur dan menghargai setiap hal. Dimulai dari rezeki, kebahagiaan, bahkan ujian.
3. Mampu menyayangi orang yang menyayangiku tanpa alasan. Berjanji untuk tidak meninggalkan mereka sendirian, karna itu pasti rasanya menyakitkan.
4. Mampu menjalani setiap peran dalam hidupku dengan sebaik-baiknya. Sebagai seorang hamba Allah, seorang anak bagi ibu dan ayahku, seorang teman bagi sahabatku, seorang rekan bagi teman bisnisku, seorang pengusaha kecil, dan seorang pelengkap hidup bagi lelakiku.

Sudah, itu saja. Tak ada materi ataupun keinginan muluk-muluk. Terakhir, semoga aku masih diberi kesempatan untuk merasakan usia ke 22 tahun, dan melihat seberapa jauh resolusi tersebut terlaksana.

Amini saja dulu.

Selamat pagi, 21 :)
Minggu, 26 Oktober 2014 0 comments

Usia.

Jakarta, 27 Oktober 2014, 00.23

Tidak seperti biasanya, hari ini aku tertidur cepat sekali. Belakangan aku baru bisa memejamkan mata setelah jam menunjukkan pukul 3 pagi. Mungkin karna ketidakbiasaan itu, ketika aku akhirnya berhasil tertidur lebih cepat, aku malah terbangun tengah malam.

Well, 2 hari lagi adalah hari ulang tahunku. Aku memang bukan tipe orang yang bisa pura-pura tidak sadar akan hari ulang tahun, yang kerap dilakukan orang pada umumnya. Hanya sekali dalam setahun seseorang bisa merasa dipedulikan, disayang dan bahkan, diingat oleh orang-orang di sekitar mereka. Bagaimana mungkin aku bisa lupa akan hari itu?

Aku bukanlah seorang anak yang dibesarkan dalam limpahan kasih sayang berbentuk materi dan kemewahan oleh orang tuaku. Mereka menyayangiku dengan cara yang masih sulit aku mengerti hingga sekarang. Mungkin memang aku tak butuh untuk mengerti.
Dengan itu, momen ulang tahun hanya sempat kurasakan spesial hingga hari ulang tahunku yang ke 10. Saat itu, aku merayakannya dengan teman sekelas. Malam sebelumnya kedua orang tuaku sibuk membingkis beberapa makanan ringan untuk dibagikan ke teman-teman.
Yap, dengan cara itu.
10 tahun setelahnya, hingga saat ini, tidak ada lagi momen ulang tahun yang begitu berarti di keluargaku. Sekedar mengucapkan, kalau beruntung bisa makan bersama diluar, dan meniup lilin di kue ulang tahun yang biasa saja.
Namun tetap saja, ada sesuatu di hari ulang tahun yang membuatku tidak pernah bosan menyambutnya. Bagiku, perayaan dan hadiah-hadiah hanyalah sebuah bonus dari sebuah hal yang jauh lebih penting, yaitu kehadiran orang-orang yang kusayang di hari spesialku. Bahagia untukku adalah ketika mereka ada, khusus untukku, mengingatku, dan mendoakanku dengan setulus-tulusnya mereka.
Itulah kenapa aku selalu menyukai dan menunggu hari ulang tahun.

Detik-detik menuju 21 tahun.
Hmmm. Tuhan, aku sudah siap :)

 
;