Jumat, 03 Juni 2016

Review Buku Sabtu Bersama Bapak

Cover depan buku Sabtu Bersama Bapak

Sebenarnya, sudah lumayan lama sejak saya selesai membaca buku ini. Buku ini saya dapatkan sebagai hadiah dari salah seorang teman. Sabtu Bersama Bapak, adalah salah satu dari sedikit buku yang berhasil membuat mata saya bengkak karna kebanyakan mewek :)))

SYNOPSIS
Bukan, buku ini bukan bercerita tentang seorang Bapak yang menghabiskan waktu bersama anaknya setiap hari Sabtu dengan melakukan kegiatan-kegiatan menyenangkan. Tadinya, saya kira juga begitu.

Buku ini menceritakan tentang seorang ayah yang meninggal di usia muda, meninggalkan 2 orang anak laki-laki, Cakra dan Satya, yang keduanya juga masih berusia belia. Sang ayah meninggal karena penyakit berat yang dideritanya. Instead of spending his last days in sorrow, beliau memutuskan untuk membuat sesuatu yang dapat menjadi bekal bagi anak-anaknya hingga dewasa. "Bekal" tersebut berbentuk ratusan video yang berbeda, yang dapat diputar pada setiap hari Sabtu, dan dialamatkan kepada masing-masing anak.

REVIEW
Nah, disini, kira-kira sudah ketahuan kan ceritanya seperti apa? 
Sebenarnya memang tidak ada unsur surprise dalam cerita ini. Ngga ada ceritanya tiba-tiba sang ayah ternyata masih hidup, atau ternyata beliau direkrut oleh tim alien yang menginvasi bumi. Tidak. Ceritanya memang sebagaimana adanya yang telah digambarkan pada sinopsis diatas.
Terus, serunya dimana?
Hmmm, begini... Untuk seseorang yang sangat dekat dengan ayah, membaca judulnya saja sudah membuat saya sangat tertarik untuk mengupas habis bukunya.  Membaca halaman awal, saya jujur saja tidak berekspektasi terlalu banyak pada buku ini. Mungkin karna pada bagian awal, yang lebih ditonjolkan adalah tentang teknis bagaimana sang ayah mencoba untuk tetap menjaga eksistensinya di dunia sang anak hingga mereka dewasa.
Setelahnya, pada bagian tengah buku, saya mulai tidak bisa melepaskan pandangan dari buku di hadapan saya. Pada setiap momen yang dilalui sang anak, di sana akan terasa betapa besar cinta sang ayah terhadap mereka. Bahkan hampir di setiap keputusan yang mereka buat, semuanya tidak terlepas dari campur tangan ayah yang telah meninggalkan mereka puluhan tahun lamanya. Bayangkan, sebesar apa cinta yang dimiliki sang ayah hingga beliau dapat tetap "menemani" pertumbuhan anaknya hingga dewasa, seolah-olah beliau masih hidup dan ada seperti ayah lainnya.

Jujur saja, saya sangat tersentuh melihat besar cinta yang diberikan sang ayah di dalam novel karya Adhitya Mulya ini. Yah, pada dasarnya, cinta ayah memang tidak bisa diukur. Pun dengan ibu. Semua orang tua pastilah menyayangi dan ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Namun, cara yang dilakukan oleh ayahnya Cakra dan Satya ini, adalah salah satu cara yang bukan hanya berhasil menyentuh hati terdalam, tapi juga merupakan cara tercerdas untuk menyayangi. Meskipun harus menghadapi nasib untuk hidup tanya ayah, namun Cakra dan Satya tetap merasakan peran dan kehadiran sang ayah untuk membantu mereka tumbuh dewasa.

Selain pemilihan topik yang hebat, saya juga menyukai pemilihan kata-kata dan cara menyampaikan makna dari setiap kejadian yang dimaksud oleh penulis. Penyampaian kata-kata yang ringan dan mengalir, membuat saya tidak kesulitas memahami kejadian yang dimaksud, sehingga perasaan campur aduk yang terkandung di dalam novel akan dengan sangat mudah saya cerna dan turut mempengaruhi emosi saya saat itu juga.

Well, this books really deserves 5 out of 5 stars!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
;