Well, siapa sih yang nggak kenal pulau Lombok?
Lombok merupakan sebuah pulau kecil yang menjadi bagian dari provinsi Nusa Tenggara Barat. Lokasinya kira-kira bisa ditempuh dengan perjalanan laut selama 4 jam dari pulau Bali.
Kebetulan (dan untungnya), my boyfriend is a real Lomboknese. Kita berdua sama-sama perantau yang ketemu di Jakarta. Perantau dari barat dan perantau dari timur, yang ketemu di tengah-tengah, hehehe. Thanks to Bakrie Foundation who gave me the full scholarship to study there so I could meet him! (I know, ini maksa.)
Nah, jadilah, pada tahun baru 2015 dan 2016 kemaren, saya diboyong untuk mengunjungi dan menikmati keindahan pulau seribu masjid ini. Kenapa dinamakan pualu seribu masjid? Ya, karna literally di pulau ini ada banyaaaaakk sekali masjid. Jadi tingkat kealiman masyarakatnya udah nggak perlu dipertanyakan lagi lah ya.
Kedua trip yang saya lakukan terasa sangat seru, tapi saya akan menceritakan perjalanan yang saya lakukan pada pergantian tahun 2016 saja, ya. Karena menurut saya trip pada saat itu jauh lebih bervariasi dan memorable, bukan cuma pantai dan pantai.
Day -1
Finally landed on Bandara Internasional Lombok! Sesaat sebelum mendarat, pemandangan yang breathtaking sudah mengalihkan perhatian saya dari hal apapun. Tapi, sayang, saya terlalu sibuk melihat-lihat sampai lupa mengabadikan pemandangannya :(
Menginjakkan kaki di bandara, kami berdua sudah ditunggu oleh keluarga pacar saya yang datang menjemput. Setelahnya, kami diajak untuk mampir ke sebuah rumah makan khas Lombok bernama Nasi Balap Puyung Inaq Esun. Rumah makan Inaq Esun adalah pelopor nasi balap puyung di pulau Lombok. Nasi balap puyung adalah sebuah makanan khas Lombok yang rasanya sangat pedas dan gurih. Untuk seporsi nasi balap puyung, kamu bisa menikmati ayam petelor suir, kacang kedelai, kriuk kentang, dan telur merah. Buat yang nggak kuat pedas, mending jangan coba-coba deh. Saya saja baru bisa mulai menikmati makanan ini, padahal saya tergolong suka makanan pedas, LOL. Tapi buat yang suka pedas, nasi balap puyung adalah makanan wajib jib jib yang harus dicoba kala berkunjung ke Lombok. Pedasnya nagih banget!
 |
| courtesy of google |
Day -2
Dalam rangka merayakan tahun baruan, saya dan keluarga pacar pergi untuk menginap di villa milik mereka,
Rudi's Villa and Restaurant Sembalun (
click the link for more info). Beberapa kamar di villa ini memiliki akses pemandangan langsung ke gunung Rinjani,
which is so beautiful I can't even describe it with words.
 |
| The logo |
 |
| Room with king sized bed |
 |
| The Bathroom, along with hot water |
 |
| Room with twin beds |
 |
| Villanya kayak paviliun, jadi 1 orang penyewa owns a whole building :)) |
 |
| The front view |
See the mount Rinjani out there? Yessssss, it was one of the most jaw dropping scenery I've ever seen. udah gitu, dinginnya gak ketulungan, cuy. Pagi hari disambut oleh kabut super tebal dan suasana yang begitu segar, jauh dari hiruk pikuk kota Jakarta. Overall, menginap di villa ini adalah paket lengkap dari definisi short escape dari kepenatan ibukota. (not merely a promotion, because I personally bewitched by it).
Day -3
Setelah menikmati pemandangan gunung Rinjani, kami beranjak menuju
Gili Kondo, sebuah pulau kecil yang ditempuh menggunakan perahu selama kurang lebih 30 menit. Gili Kondo sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pulau-pulau lainnya. Namun bedanya, pulau ini masih tergolong perawan karena sangat jarang didatangi orang-orang. Di perjalanan menuju Gili Kondo menggunakan perahu, kami melewati
Gili Lampu dan
Gili Kapal. Gili Lampu adalah sebuah pulau kecil yang di atasnya terdapat sebuah mercusuar sebagai tanda penerang dan rambu-rambu bagi lalu lintas pelayaran di sekitarnya (
so that's why dinamakan Gili Lampu, guys). Selain itu, pulau ini banyak sekali ditumbuhi oleh tumbuhan bakau. Setelahnya, kami melewati Gili Kapal, yang juga adalah pulau terkecil yang pernah saya injak seumur hidup saya. Bayangkan, pada saat sedang pasang, pulau ini akan sepenuhnya tenggelam loh. Beruntung hari sedang cerah dan laut sedang surut, sehingga kami bisa bermain sejenak di pulau tersebut.
 |
| On the smallest island i've ever visited |
 |
| Our boat |
 |
| Hmmm... some scene wouldn't hurt |
 |
| The sea! |
 |
| View from Gili Kapal |
 |
| Snorkeling! |
 |
| n g a m b a n g. |
 |
| Melewati Gili Kapal |
Day -4
Besoknya, kami pergi ke pemandian air terjun bernama Air Terjun Madu di wilayah Dusun Birak, ditempuh dengan perjalanan darat selama kurang lebih dua jam dari Sembalun. Untuk menuju ke air terjun tersebut dibutuhkan usaha ekstra. Karna, akses mobil menuju kesana terhenti pada sekitar 1 kilometer sebelum pemandian. Belum lagi medan terjal yang harus dilewati sebelum sampai kesana. Tapi, begitu sampai, lagi-lagi pemandangan super indah menyegarkan mata saya.
Day -5
Time to go back to Mataram!
Kulit saya mungkin sedikit menghitam, rambutpun semakin kering. Tapi, tidak ada sedetikpun dari perjalanan di Sembalun dan sekitarnya yang tidak saya nikmati. It's all worth it! :)
That's all for this post. Di postingan selanjutnya, saya akan menceritakan trip kami ke Gili Trawangan :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar