Senin, 05 Agustus 2013

Honesty

Pernah nggak kalian merasa begitu bersalah karna telah, dengan sadar, seringkali menyakiti orang lain? 
Saya pernah. pernah merasa bersalah, bukan berkali-kali menyakiti orang. setidaknya, kali pertama saya melukai perasaan orang lain, dan saya sadar telah melakukannya, saya akan berusaha meminta maaf dan berjanji dalam hati untuk tidak mengulang kesalahan yang sama. 
Syukurlah ajaran ayah-ibu saya selalu tak lepas dari menghargai orang lain. Mereka begitu mem-value perasaan orang seperti perasaan sendiri. Dan itu juga adalah apa yang saya ingat hingga sekarang.
Apalagi untuk mereka, orang-orang yang saya sayangi. Saya selalu berusaha menunjukkan dan memperlakukan mereka dengan pantas dan jujur. Entah seperti apa kelihatannya, yang jelas saya sudah berusaha.
Kenapa pantas? Karna saya sangat tidak suka direndahkan. Saya rasa semua orang tidak menyukainya.
Dan kenapa jujur? Dari masa kanak-kanak, saya selalu diajarkan bahwa kebohongan adalah sumber segala kejahatan. Saya sendiri paling, paling, paling tidak suka pembohong. Oleh karena itu, saya juga selalu akan berusaha bersikap jujur pada siapapun.

Saya memang tidak pernah bisa mentolerir kebohongan. Apalagi kalau mata dan kepala saya langsung yang memergokinya. Saya begitu benci :)

Bodohnya, saya kerap beberapa kali membiarkan perasaan dan diri saya disakiti. Berpura-pura tidak tahu demi menjaga hubungan baik itu menyakitkan, bukan? Pengorbanan dua kali lipat yang kau lakukan hanya akan sia-sia. Karna seorang pembohong, akan tetap menjadi pembohong selamanya. Konon katanya berbohong itu candu.

Jujur itu menyenangkan, tapi susah dijalani.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Iya kejujuran sangat berharga karena terkadang kita harus berbohong sehingga mereka mau mulai jujur sama kita

Posting Komentar

 
;